Lombok Post
Headline Selong

Hearing Buntu, Aldi Tempuh Jalur Hukum

TEMPUH JALUR HUKUM: Aldi Irpan (kanan) dan ayahnya, Amaq Nuin (kiri) memperlihatkan surat kuasa pengaduan ke Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Fakultas Hukum Unram yang sudah dikirimnya, di rumahnya di Sembalun Timba Gading, Kecamatan Sembalun, kemarin (17/5).

SELONG-Aldi Irpan, siswa SMAN 1 Sembalun yang tak diluluskan sekolahnya karena dianggap melawan guru tak tinggal diam. Bersama ayahnya, Amaq Ruin, ia mengatakan belum ingin berhenti memperjuangkan kebenaran yang diyakininya. Setelah meminta kelunakan hati Kepala SMAN 1 Sembalun lewat hearing buntu, kini ia akan menempuh jalur hukum.

“Kemarin dihubungi dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) di Mataram, kami diminta mengirim surat kuasa,” kata Aldi, kemarin (17/5).

Menurut Aldi, jalur hukum ia yakini akan memperjelas duduk perkara. Dia merasa telah sengaja tidak diluluskan karena ketidaksukaan kepala SMAN 1 Sembalun Sadikin Ali secara pribadi. Ia berani membuktikan, bahwa ia sebenarnya sangat layak diluluskan.

Kata Aldi, jika persoalan tidak disiplin, banyak sekali teman-temannya yang berkali-kali melanggar atau bahkan ditemukan merokok di sekolah. Tapi tetap diluluskan. Ia melihat, kasem sudah mempersiapkan untuk tidak meluluskannya. “Ini memang sudah dia katakan sebelumnya,” jelasnya.

Sedang persoalan nilai, Aldi yakin nilainya bagus. Ia memperlihatkan nilai UNBK. Total 192 di raihnya. Angka itu menjadikannya di peringkat kedua tertinggi di kelasnya.

Ayah Aldi, Amaq Nuin mengatakan, heran melihat sikap kasek kepada anaknya. Upaya minta maaf atas kesalahan anaknya sudah tiga kali ia lakukan. Terakhir satu bulan sebelum UNBK berlangsung. “Tapi katanya maaf itu tidak diterima karena saya datangnya hari minggu. Itu hari liburnya,” terang Amaq Nuin kesal.

Maka kini, Amaq Nuin mengatakan akan membantu anaknya melalui jalur hukum. Ia mengatakan hanya ingin melihat Aldi mendapatkan haknya untuk diluluskan. Selebihnya, tidak sampai menuntut kasek SMAN 1 Sembalun diberhentikan. “Cukup jadi pembelajaran. Jangan sampai hal seperti ini terjadi kembali di dunia pendidikan kita,” harapnya.

Lombok Post yang berkunjung ke SMAN 1 Sembalun sayangnya tidak bisa bertemu kases atau wakasek maupun guru di sana. Menurut salah seorang warga di sana, semua pengajar SMAN 1 Sembalun sedang menghadap ke Dikbud. (tih/r5)

Berita Lainnya

5 Pilihan Oleh-oleh Khas Taiwan yang Wajib Kamu Beli

Redaksi Lombok Post

Promo Special dan Hiburan Rakyat jadi Daya Tarik SAFARI FIFGROUP 2019

Redaksi Lombok Post

Telkomsel Hadirkan Kuota Keluarga

Redaksi Lombok Post

Duta Bahasa NTB Juara Favorit

Redaksi Lombok Post

BUMN Gelar Jalan Sehat dan Pasar Murah di Mataram

Redaksi Lombok Post

Ayo Dukung Duta Bahasa NTB

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Mantan Kepala Kemenag Bima Ditahan, Tersandung Korupsi Tunjangan Guru di Bima

Redaksi Lombok Post

NTB Gak Mau PNS Kerja di Rumah

Redaksi Lombok Post