Lombok Post
Headline Tanjung

Progres RTG Belum Sesuai Harapan

Artadi

TANJUNG–Komisi III DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) menilai progres pembangunan rumah tahan gempa (RTG) belum sesuai harapan. Perkembangannya sejauh ini tidak sebanding dengan dana bantuan yang telah dikirim BNPB ke daerah.

“Dana yang sudah ditransfer untuk korban gempa di KLU sebesar Rp 2 triliun lebih. Sementara progres pembangunan masih sangat minim,” ungkap anggota Komisi III Artadi, kemarin (17/5).

Berdasarkan data, rumah yang rusak berat ditargetkan dibangun sebanyak 44.014 unit. Sementara yang sudah selesai dikerjakan baru sebanyak 768 unit, dan yang sedang dikerjakan sebanyak 5.340 unit.

“Artinya masih sangat banyak yang belum dibangun,” sambungnya.

Selain itu, ada juga data penerima yang dobel dan bermasalah yang angkanya mencapai belasan ribu orang. Data korban itu masih divalidasi oleh BPBD KLU. Masalah-masalah ini mestinya dapat diselesaikan pemda dengan segera. Sehingga warga korban gempa dapat segera memiliki hunian yang layak.

“Kita minta pemkab, dalam hal ini BPBD, untuk segera menyelesaikannya,” imbuhnya.

Sesuai data pusat, kebutuhan rumah untuk korban gempa di KLU mencapai 74.766 unit rumah. Terdiri dari 53.227 unit rusak berat, 6.809 unit rusak sedang, 14.730 unit rusak ringan dengan kebutuhan anggaran Rp 2.978.875.000.000.

Dana bantuan itu sudah ditransfer secara dua tahap. Tahap pertama mencapai Rp 1 triliun lebih dialokasikan untuk pembangunan rumah rusak berat sebanyak 19.309 unit dengan anggaran sebesar Rp 965 miliar lebih. Selanjutnya kembali disalurkan anggaran sebesar Rp 106 miliar lebih untuk pembangunan rumah rusak berat sebanyak 4.256 unit. Selain itu anggaran Rp 2,7 miliar lebih untuk 109 unit rumah rusak sedang, Rp 2,5 miliar untuk 250 unit rumah rusak ringan.

Pada tahap kedua anggarannya mencapai Rp 999 miliar lebih. Dialokasikan untuk rumah rusak berat Rp 891 milliar lebih sebanyak 17.826 unit, ditransfer kembali untuk rusak berat Rp 106 miliar lebih sebanyak 4.256 unit rumah. Serta Rp 475 juta untuk 19 unit rumah rusak sedang, dan Rp 1,29 miliar untuk 129 unit rusak ringan.

Sementara kekurangan masih mencapai Rp 789 miliar lebih atau 28.729 unit rumah terdiri dari 10.367 unit rumah rusak berat, 5.808 unit rumah rusak sedang, 12.554 unit rumah rusak ringan. (fer/r4)

Berita Lainnya

Honda Luncurkan Skutik Casual Fashionable, Genio

Total 1.691 Warga NTB Digigit Anjing Gila

Redaksi LombokPost

Adik Gubernur Didorong Maju di Pilbup Sumbawa

Redaksi LombokPost

Pemekaran Kecamatan Belum Mendesak

Redaksi LombokPost

Seleksi JPTP, Sekda Tekankan Transparansi

Redaksi LombokPost

Lobar Usulkan 217 Formasi CPNS

Redaksi LombokPost

PAD Lobar Turun Drastis

Redaksi LombokPost

Penyeberangan Kayangan-Poto Tano Kembali Normal

Redaksi LombokPost

Topat Agung di Pantai Duduk

Redaksi LombokPost