Lombok Post
NTB

RSUD NTB Menuju Pelayanan Bertaraf Internasional

dr Lalu Hamzi Fikri

MATARAM-Pemprov NTB terus berupaya mempersiapkan diri dalam menyambut MotoGP 2021 di KEK Mandalika. Persiapan tidak hanya soal pembangunan Infrastruktur seperti jalan bypass bandara-KEK Mandalika. Akan tetapi, layanan kesehatan prima dengan menaikkan status RSUD NTB ke taraf pelayanan berstandar Internasional juga diupayakan.

“Itu yang sedang kami coba advokasi ke Kemenkes RI,” kata Direktur RSUD NTB dr Lalu Hamzi Fikri kepada Lombok Post.

Ia menyebut, beberapa waktu lalu tim dari Kemenkes RI sudah melakukan peninjauan ke RSUD NTB. Karena seiring dengan gelaran MotoGP, langkah ini diambil sebagai upaya untuk mengupgrade sistem, pelayanan dan SDM sebagai RS Rujukan di NTB. Pihaknya menargetkan, RSUD NTB bisa mendapatkan akreditasi standar KARS Internasional.

“Pada Januari kemarin, RS sudah lakukan akreditasi makanya kami berharap kalau nilai kami 95, bisa mengajukan akreditasi KARS Internasional,” jelas Fikri.

Karena itu, pihaknya terus menyempurnakan sistem pelayanan, fasilitas kesehatan dan yang paling penting yaitu SDM. Fikri menjelaskan, untuk mendukung SDM RSUD NTB lebih berkualitas, beberapa dokter sudah dikirim ke luar negeri untuk belajar.

Disisi lain, ia juga mengharapkan dukungan Kemenkes RI dalam melengkapi layanan kesehatan RSUD NTB yang berstandar KARS Internasional. Syaratnya harus memiliki gedung Trauma Center.

“Memang sudah ada bangunannya setinggi lima lantai, tetapi kami mau tambah jadi enam lantai dan dilengkapi dengan helipad,” ujarnya.

Tentu saja, status KARS Internasional ini sangat penting bagi RSUD NTB, selain untuk MotoGP, juga mendukung secara penuh medical tourism di NTB sebagai daerah pariwisata. “Ini yang sedang kita perjuangkan sekarang,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB dr Nurhandini Eka Dewi mengatakan, RSUD NTB memang harus dipersiapkan untuk event internasional ini. Rencananya beberapa fasilitas kesehatan akan dilengkapi. Selain Trauma Center  juga akan dibangun Warning Center. Dia berusaha agar semua biaya berasal dari Kemenkes RI.

“Kita bangun untuk nambahin yang kurang, nanti kami usulkan ke Kemenkes RI melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2020,” terangnya. (yun/r5)

Berita Lainnya

Pengelolaan Dana Transfer Jadi Tantangan

Redaksi LombokPost

Tenaga Kesehatan Harus Punya STR

Redaksi LombokPost

Investor Sekaroh Kena Tegur

Redaksi LombokPost

Pemprov Dorong Advokasi Maksimal

Redaksi LombokPost

Illegal Logging Hantui Tambora

Redaksi LombokPost

Benahi Fasilitas Objek Wisata !

Redaksi LombokPost

Pemprov Jamin Anggaran Berkualitas

Redaksi LombokPost

NTB Didorong Masuk CoST Internasional

Redaksi LombokPost

IKPI Mataram Gelar Seminar Pajak Internasional

Redaksi LombokPost