Lombok Post
Politika

Evi Buka Rahasia Foto Cantiknya

Evi Apita Maya

MATARAM-Lolosnya Evi Apita Maya jadi DPD RI jadi buah bibir. Tak hanya sekedar lolos, Evi bahkan meraih suara tertinggi. Melibas para incumbent. Banyak yang menuding kesuksesannya tak lepas dari foto cantiknya di kertas suara.

Bahkan kubu incumbent Prof Farouk Muhammad, sampai menuding foto itu bukan foto terbaru Evi.

“Sebenarnya saya sudah bosan (menanggapi itu),” celetuk Evi.

Namun akhirnya Evi memilih buka cerita. Fakta di balik foto cantiknya. Evi pun menepis rumor foto itu hasil karya make up artis di Jakarta.

“Saya make up di salon Permata Hati di sini (di Mataram) fotonya pun di Blitz,” bebernya.

Buat yang masih belum percaya, Evi menantang orang-orang itu untuk datang langsung ke salon dan studio foto yang ia sebut. Ia tak menepis bila, foto itu ada sentuhan editing. Tapi bukan untuk mengubah bentuk wajah dan badannya.

“Tapi editing pencahayaan saja, ya namanya cahaya tiga blap… blap… blap… bagaimana tidak bagus pencahayannya,” terangnya.

Terkait editing pencahayaan sebelum dicetak itu, Evi yakin semua foto caleg juga menggunakan teknik demikian. Dan itu sah-sah saja, selama tidak mengubah wajahnya dengan sosok lain.

“Jadi itu memang foto enam bulan terakhir,” yakinnya.

Marwan, Liaison Officer (LO) Evi Apita Maya, Marwan mengomentari foto evi yang beredar di dunia maya. Dalam foto itu ia membandingkan wajah Evi dalam stiker kampanye dengan foto aslinya.

“Itu kan foto yang diambil dulu usai ibu Evi melahirkan, jadi belum sempat merias diri,” ujar Marwan.

Foto itu rupanya diambil dalam akun media sosial Evi. Lantas oleh seseorang di kolase dengan foto dalam stiker. Foto itu pun kata Marawan sempat mengundang tanya sejumlah politisi nasional yang mengenal sosok Evi lebih dekat.

“Mereka tanya ‘dapat foto jelek ibu Evi dari mana?’ karena mereka memang tahu wajah ibu Evi ya tidak seperti itu aslinya,” kisahnya.

Marwan melanjutkan raihan fantastis 283.932 suara Evi, tidak semata karena parasnya yang rupawan di surat suara. Tetapi juga karena timnya memang turun ke lapangan. Dalam sehari mereka menyisir 4-5 titik selama masa kampanye.

“KPU juga sebenarnya tidak percaya, kami menghabiskan dana kampanye Rp 116 Juta tapi ini faktanya,” tandasnya. (zad/r2)

Berita Lainnya

PDIP NTB Dukung Megawati

Redaksi LombokPost

Perang Sosmed Dimulai

Redaksi LombokPost

PAN Pasang BJS di Sumbawa

Redaksi LombokPost

Dukungan Makmur Semakin “Subur”

Redaksi LombokPost

Suami Wagub Belum Tertarik Kursi Bupati Di Pilkada Lombok Tengah 2020

Redaksi LombokPost

Mau Nyalon, Ini Empat Modal Wajib!

Redaksi LombokPost

Belum Menyerah, Rusni Incar Wali Kota

Redaksi LombokPost

Nasdem Dukung Najmul, Bila …

Redaksi LombokPost

Gagal ke DPR, Muazzim Lirik Pilbup Loteng

Redaksi LombokPost