Lombok Post
NTB

Gubernur Gak Mau Buru-Buru Terkait Pergantian Sekda

H Zulkieflimansyah

MATARAM-Sekda NTB Rosiady Sayuti sudah mengurus SK jabatan fungsionalnya. Tapi Gubernur NTB H Zulkieflimansyah tidak mau buru-buru mencopot sang sekda. Pergantian sekda menurutnya tidak terlalu mendesak saat ini. Dia mau tugas-tugas pemerintah berjalan seperti adanya.

”Sekda ini (pergantian) tidak akan buru-buru, santai-santai saja, tidak akan kiamat sehingga harus diproses segera,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, kemarin (23/5).

Gubernur Zul ingin birokrasinya fokus bekerja. Masing-masing OPD menjalankan tugas dan fungsinya. Program-program yang sudah disusun dijalankan secara optimal. Jangan sampai konsentrasi terpecah dengan isu mutasi dan pergantian sekda.

Sekda NTB H Rosiady Sayuti mengatakan, dirinya masih menunggu SK pemberhentian dari presiden. Dia sudah mengurus SK pengembalian ke jabatan fungsional sebagai dosen di Universitas Mataram. ”Kalau ini (SK) sudah keluar saya aman kapan pun kembali ke kampus,” katanya.

Selama sudah ada SK dia merasa aman, tinggal menunggu keputusan pemberhentian dirinya. Dia hanya khawatir telat mengurus SK fungsional. Bila telat dari 8 Juni, usianya sudah 58 tahun lebih. Ketika SK pemberhentian dari presiden turun, maka dia tidak bisa lagi kembali mengajar ke kampus. ”Kalau sekarang bisa sampai 60 tahun, sepanjang gubernur mau, sepanjang SK pemberhentian belum keluar,” kata Rosiady.

Bila Sekda NTB H Rosiady Sayuti benar-benar berhenti dari jabatannya, 31 pejabat eselon IIA berpeluang menjadi suksesor. Mereka layak dari sisi syarat kepangkatan IVd atau setingkat di bawahnya IVc, dan usia maksimal 58 tahun saat mendaftar.

Meski demikian, dari 31 pejabat yang memenuhi syarat kepangkatan beberapa nama disebut-sebut menjadi calon kuat Sekda NTB yakni H Iswandi, pria kelahiran 31 Desember 1965 itu merupakan petinggi NW, dan saat ini menjabat sebagai Kepala Bappenda NTB. Meski beberapa nama lain yang cukup senior seperti H Lalu Gita Ariadi, H Lalu Syafii, termasuk H Ridwan Syah, hingga Hj Putu Selly Andayani, namun sampai saat ini Iswandi disebut banyak pihak sebagai calon kuat Sekda.

Kadis Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani yang ditanya soal itu mengatakan, dirinya sudah berusia 58 tahun, sehingga tidak terpikir menjadi seorang sekda. Tapi dia digadang-gadang akan maju menjadi salah satu calon wali kota Mataram. ”Tidak…tidak (menjadi sekda), saya sudah 58 tahun,” katanya. (ili/r5)

Berita Lainnya

Pengelolaan Dana Transfer Jadi Tantangan

Redaksi LombokPost

Tenaga Kesehatan Harus Punya STR

Redaksi LombokPost

Investor Sekaroh Kena Tegur

Redaksi LombokPost

Pemprov Dorong Advokasi Maksimal

Redaksi LombokPost

Illegal Logging Hantui Tambora

Redaksi LombokPost

Benahi Fasilitas Objek Wisata !

Redaksi LombokPost

Pemprov Jamin Anggaran Berkualitas

Redaksi LombokPost

NTB Didorong Masuk CoST Internasional

Redaksi LombokPost

IKPI Mataram Gelar Seminar Pajak Internasional

Redaksi LombokPost