Lombok Post
Politika

Delapan Perkara Menanti KPU NTB di MK

DIJAGA KETAT: Kendaraan anti huru-hara berjaga di samping kantor KPU NTB, Rabu (22/3).

MATARAM-KPU NTB belum bisa bernafas lega. Konstitusi memberi jalanpada peserta pemilu yang tidak puas dengan hasil rekaputulasi yang ditetapkan dalam pleno melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Tak tanggung-tanggung hingga Jumat (24/5) kemarin, enam partai ditambah dua penggugat perorangan memperkarakan putusan KPU NTB ke MK. Sebagai catatan jumlah pemohon, masih berpeluang bertambah.Lombok Postmengutip data hingga pukul 18.00 wita.

Dari data itu tercatat sebanyak 250 permohonan masuk ke MK dari semua daerah di Indonesia. Delapan diantaranya datang dari NTB dengan materi Peninjauan Hasil Pemilihan (PHP) Umum DPR-DPRD dan DPD RI.

“Kita akan siapkan (dokumennya) untuk menghadapi guguatan di MK,” kata Suhardi Soud, Ketua KPU NTB singkat.

Komisioner KPU NTB Divisi Hukum Yan Marli menambahkan pada dasarnya KPU sangat siap. Sidang gugatan di MK, hanya persoalan penyandingan data. Di mana KPU sendiri, sudah mengantongi data-data dari hasil pleno. Lalu di spesifikasi lagi dalam materi gugatan.

“Nanti versi pemohon seperti apa, nanti kita counter dengan alat bukti kita,” ulasnya.

Yan melanjutkan KPU sudah sangat terbiasa menghadapi gugatan. Sehingga, bagi mereka tidak ada sesuatu yang mengejutkan begitu data sementara ada delapan pemohon melayangkan gugatan dan teregistrasi.

Kecuali jika nanti ada materi gugatan yang tidak biasa dan di luar dari kewenangan KPU dan MK yang digugat.

“Kalau (ada yang gugat masalah cantik atau foto) itu, nggak ada dalam data base KPU,” ujarnya sembari tertawa.

Jawaban ini, menanggapi keberatan yang dilontarkan tim calon DPD RI Prof Farouk Muhammad sebelumnya yang mempersoalkan syarat administrasi yang diserahkan calon DPD RI Evi Apita Maya. Karenanya, Yan tak yakin materi itu akan jadi bagian yang dibahas panjang saat berperkara di MK.

Namun, ia belum bisa menyimpulkan, apakah jumlah penguggat tahun ini lebih banyak atau sebaliknya dibanding pemilu 2014 lalu.

“Karena itu kan yang baru diupload di website milik MK dan telah memiliki nomor registrasi, siapa tahu masih ada yang belum diopload dan masih dalam proses verifikasi,” terangnya.

Pada tahun 2014 lalu, jumlah gugatan lebih dari yang tertampil hingga pukul 18.00 wita kemarin. KPU NTB pun harus ekstra keras bekerja, meladeni satu-persatu gugatatan para peserta yang tidak puas dengan hasil yang telah dipenokan.

“Wow, saat itu sampai di atas 20-an, kita hadapi satu-satu dan menyita waktu lama, waktu itu nggak keruan-keruan sudah (capeknya),” akunya.

Tapi endingnya yang membuat timnya puas, karena semua gugatan bisa diselesaikan dengan baik. Bahkan tanpa ada satupun kemenangan dari penggugat.

“Iya kita confident, hadapi penggugat,” tandasnya.

Sudirman, Tim Saksi Farouk membenarkan pihaknya telah melayangkan gugatan ke MK. Dirman yakin, pemperkarakan syarat administrasi calon DPD RI atas nama Evi Apita Maya dan HL Suhaimi Ismy, bisa membuka jalan bagi Farouk kembali menjadi anggota DPD RI.

“karena dia (Evi) memanipulasi fotonya, makanya dia bisa meraup suara,” cetus Dirman.

Ketua DPD Gerindra NTB H Ridwan Hidayat, pun menempuh jalan gugatatan ke MK memenangkan partainya. Ia merasa ada beberapa kejanggalan yang bisa diperjuangkan melalui gugatan pemilihan di beberapa dapil di NTB.

“Kami yakin bisa dapat satu kursi lagi,” kata Ridwan, tanpa merinci dapil mana saja yang ia maksud. (zad/r2)

Berita Lainnya

PDIP NTB Dukung Megawati

Redaksi LombokPost

Perang Sosmed Dimulai

Redaksi LombokPost

PAN Pasang BJS di Sumbawa

Redaksi LombokPost

Dukungan Makmur Semakin “Subur”

Redaksi LombokPost

Suami Wagub Belum Tertarik Kursi Bupati Di Pilkada Lombok Tengah 2020

Redaksi LombokPost

Mau Nyalon, Ini Empat Modal Wajib!

Redaksi LombokPost

Belum Menyerah, Rusni Incar Wali Kota

Redaksi LombokPost

Nasdem Dukung Najmul, Bila …

Redaksi LombokPost

Gagal ke DPR, Muazzim Lirik Pilbup Loteng

Redaksi LombokPost