Lombok Post
Politika

Menengok Garuda Emas NTB Usai Kabar Penangkapan

LENGANG: Sekretariat Koordinator Wilayah Garuda Emas NTB di Jalan Langko, Kota Mataram terlihat sepi dari aktivitas, Jumat (24/5).

MATARAM-Usai kabar penangkapan Mandatori Garuda Emas bersama empat relawan sehari sebelumnya, Lombok Post mendatangi Kordinator Wilayah (Korwil) Garuda Emas di jalan Langko, Mataram sekitar pukul 15.30 wita Jumat (24/5). Kantor yang berdampingan dengan Masjid Raya Attaqwa Mataram itu sepi.

Gerbang utama masuk tak digembok. Tetapi pintu sekretariat terkunci. Lengkap dengan tanda “closed” di pintu kaca. Sebelumnya, Lombok Post juga telah mencoba menghubungi Sekretaris Garuda Emas Edi Firman.

“Saya memang agak jarang ke sana, karena kesibukan kampus,” kata Edi.

Kabar penangkapan rekan-rekannya membuat Firman kaget. Ia pun sudah berupaya menghubungi Randi Bugis alias Madam yang merupakan Mandatori Garuda Emas NTB. Namun, kontaknya tak tersambung. Besar kemungkinan karena ponsel mereka disita kepolisian.

 Keberangkatan lima temannya, mula-mula tak diketahui Edi. Tahu-tahu lima rekannya sudah ada di Jakarta. Ia mengaku sempat disibukan oleh aktivitas di kampus. Sehingga koordinasinya kurang dengan Mandatori.

Saat ke lima rekannya berangkat ke Jakarta, ia mengaku tak sempat diajak. “Ya mungkin karena kesibukan,” terangnya.

Ketua Badan Pemenangan Provinsi (BPP) NTB Prabowo-Sandi  Ali Ustman Ahim, juga telah mengetahui kabar itu. Ali mengatakan akan ada bantuan hukum bagi relawan-relawan itu, bila benar ditangkap.

“Supaya bisa bergabung kembali dan beraktivitas, lalu kita minta proses perjuangan ini diserahkan pada kami untuk menempuh jalur konstitusional lewat MK,” kata Ali.

Ia berharap semua relawan paslon 02 Prabowo-Sandi bisa menahan diri. Tidak terprovokasi dengan kabar yang beredar. BPN menegaskan akan konsisten menempuh jalur-jalur konstitusional dalam menyampaikan keberatan.

“Mereka (yang dikabarkan ditangkap) berangkat atas inisiatif sendiri,” terangnya.

Namun, Ali mengatakan perlu berkoordinasi dengan BPN dan Garuda Emas pusat. Memvalidasi kebenaran kabar itu. Namun karena gangguan teknis, koordinasi masih diakui sulit dilakukan. “Masih sulit, telepon saja putus nyambung,” sebutnya. (zad/r2)

Berita Lainnya

PDIP NTB Dukung Megawati

Redaksi LombokPost

Perang Sosmed Dimulai

Redaksi LombokPost

PAN Pasang BJS di Sumbawa

Redaksi LombokPost

Dukungan Makmur Semakin “Subur”

Redaksi LombokPost

Suami Wagub Belum Tertarik Kursi Bupati Di Pilkada Lombok Tengah 2020

Redaksi LombokPost

Mau Nyalon, Ini Empat Modal Wajib!

Redaksi LombokPost

Belum Menyerah, Rusni Incar Wali Kota

Redaksi LombokPost

Nasdem Dukung Najmul, Bila …

Redaksi LombokPost

Gagal ke DPR, Muazzim Lirik Pilbup Loteng

Redaksi LombokPost