Lombok Post
NTB

Pengembangan Sport Tourism Dilakukan Bertahap

TINJAU PROYEK: Presiden Joko Widodo (tengah) bersama Dirut PT ITDC Abdulbar M. Mansoer (empat kiri), dan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah (empat kanan) melihat desain pengembangan KEK Mandalika saat meninjau kesiapan pembangunan Sirkuit Mandalika, Jumat (17/5).

MATARAM-Tidak hanya balap MotoGP, Sirkuit Mandalika berpeluang menjadi tempat balap mobil Formula Satu (F1). Bila terealisasi, Kawasan Ekonomi Kusus (KEK) Mandalika akan semakin ramai. Namun Gubernur NTB H Zulkieflimansyah ingin pengembangan sport tourism dilakukan bertahap, dari ajang satu ke ajang lainnya. ”Jangan sampai kita maunya banyak tetapi satu-satu tidak dapat,” kata Zul, kemarin (24/5).

Sebelum melangkah ke ajang F1, Lombok harus menyiapkan diri sebaik-baiknya menjadi tuan rumah MotoGP. Bila ajang itu sukses, ajang olahraga lainnya juga akan mengikuti. Rencana itu tidak susah, sirkuit MotoGP dan F1 bisanya sama. ”Kita siapkan diri jadi tuan rumah yang baik dulu,” katanya.

Rencana Sirkuit Mandalika menjadi sirkuit F1 merupakan rencana pusat. Presiden Joko Widodo meminta kepada PT ITDC menyiapkan sirkut yang bisa dijadikan ajang balap MotoGP sekaligus F1.

 Tidak hanya MotoGP dan F1, Zul memiliki mimpi KEK Mandalika juga memiliki lapangan tenis kelas dunia. Sebelum Australia Open dimulai, mereka bisa singgah di Lombok untuk latihan sambil liburan. Mereka bisa olahraga sambil menikmati pemandangan yang cantik di KEK Mandalika. Tapi itu masih jauh dari rencana, dia baru sebatas berangan-angan. ”Itu jangka panjang, NTB bisa mengarah menjadi sport tourism,” katanya.

Komitmen pemerintah menurutnya sangat bagus, perbaikan bypass, perpanjangan runway bandara dan perbaikan pelabuhan sudah dianggarkan semua. ”Tinggal bagaimana meningkatkan kapasitas SDM agar bertaraf internasional,” katanya.

Baginya, yang tidak kalah penting disiapkan adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Jangan sampai penduduk setempat hanya menjadi penonton. Tugas pemerintah daerah menyekolahkan anaknya dan memberikan banyak pelatihan.

Terkait SDM, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertans) NTB HM Agus Patria mengaku belum mendapatkan daftar kebutuhan tenaga kerja untuk sirkuit MotoGP. Meski demikian, penyiapan tenaga kerja dilakukan dengan memperbanyak pelatihan bagi tenaga kerja lokal. ”Kalau daftar kebutuhan tenaga sudah ada, kami siapkan pelatihan yang terkait,” katanya.

Penyiapan tenaga kerja tidah hanya tugas Disnakertrans. Peran perguruan tinggi dan pemerintah daerah sangat penting. Hadirnya Politeknik Pariwisata Lombok juga menjadi salah satu upaya pemerintah menyiapkan SDM bidang pariwisata.

Di samping itu, ke depan perlu ada semacam perjanjian dengan pengelola KEK Mandalika. Isinya membuat kesepakatan perusahaan mengakomodir beberapa persen tenaga kerja lokal di sana. Sehingga ada jaminan tenaga kerja lokal terserap lapangan pekerjaan. (ili/r5)

Berita Lainnya

Pengelolaan Dana Transfer Jadi Tantangan

Redaksi LombokPost

Tenaga Kesehatan Harus Punya STR

Redaksi LombokPost

Investor Sekaroh Kena Tegur

Redaksi LombokPost

Pemprov Dorong Advokasi Maksimal

Redaksi LombokPost

Illegal Logging Hantui Tambora

Redaksi LombokPost

Benahi Fasilitas Objek Wisata !

Redaksi LombokPost

Pemprov Jamin Anggaran Berkualitas

Redaksi LombokPost

NTB Didorong Masuk CoST Internasional

Redaksi LombokPost

IKPI Mataram Gelar Seminar Pajak Internasional

Redaksi LombokPost