Lombok Post
Politika

Logistik Sukisman Paling Besar

AWASI DANA KAMPANYE: Salah satu petugas dari Kantor Akuntan Publik sedang meneliti laporan keuangan dari para peserta pemilu, Jumat (3/6).

MATARAM-Dana kampanye para calon anggota DPD RI akhirnya bisa diketahui publik. Dari Laporan Dana Penerimaan dan Pengeluran Dana Kampanye (LPPDK) yang diserahkan ke KPU, semua calon DPD RI mengeluarkan dana kampanye di bawah Rp 1 miliar.

Calon DPD RI dengan penerimaan dana kampanye terbesar yakni H Achmad Sukisman Azmy. Dengan saldo awal Laporan Awal Dana Kampanye (LPDK) Rp 5 juta. Total, penerimaan dana kampanye Sukisman melejit menjadi Rp 901 juta.

“Ini laporan dana kampanye setelah diperiksa oleh KAP,” kata Yan Marli, Komisioner KPU NTB, Divisi Hukum dan Pengawasan.

 Total calon DPD RI dapil Lombok sebanyak 31 calon. Hampir semua menyerahkan laporan LPPDK. Kecuali, empat calon DPD RI yang enggan menyerahkan sampai batas akhir yang ditentukan.

Empat calon DPD RI yang enggan menyerahkan LPPDK pada KPU antara lain: Haifa Akbar, Kurniawan Armin, H Mudahan Hazdie, Rima Nopiyanti, dan Yasrin Falahi Haekal. Keempat calon ini hanya pernah melaporkan LADK. Sedangkan LPPDK, mereka tak ada yang diserahkan ke publik.

“Kalau tidak menyerahkan ya tidak diusulkan untuk di tetapkan sebagai calon terpilih,” terang Yan.

Namun jika melihat perolehan suara keempat calon yang tidak menyerahkan itu, tak ada satupun diantara mereka yang masuk dalam empat calon dengan perolehan suara tertinggi berdasarkan hasil pleno KPU NTB. Dengan kata lain, konsekensi tidak menyerahkan LPPDK, tidak berpengaruh pada empat nama tersebut.

Selain ada sepuluh nama, calon DPD RI dengan dana kampanye terbesar, ada juga calon DPD RI dengan budget terkecil yang dilaporkan. Masih dari data KPU, calon tersebut adalah Ely Solihin dengan laporan dana kampanye Rp 500 ribu.

“Mungkin ada yang tidak percaya dengan dana kampanye kami, tapi memang itu dana yang kami keluarkan,” kata Evi Apita Maya, Calon DPD RI terpilih.

Peraih suara terbanyak beradasarkan hasil pleno KPU NTB ini mengatakan, bisa meraih dukungan terbesar tidak lepas dari giatnya tim dan dirinya turun ke lapangan. Bahkan, Evi mengaku dalam beberapa kali kesematan kampanye di tengah masyarakat, bukan dirinya yang menyediakan logistik.

“Warga yang secara sukarela bantu kami,” sebut Evi.

Karenannya, kunjungan yang memakan tempat empat sampai lima lokasi, disebutnya irit logistik. Karena dukungan masyarakat luas yang luar biasa bagi dirinya. Ia mengatakan, seberapa besarpun dana kampanye, tidak akan pernah cukup. Jika hanya diniatkan untuk membeli suara rakyat.

“Kami tidak mau melakukan itu, karena itu kami kedepankan pembelajaran politik,” tegasnya.

Di kesempatan berbeda, calon DPD RI Baiq Diyah Ratu Ganefi memilih ogah mengunkit-ungkit dana kampanye. Ia mengatakan, apa yang telah ia berikan pada masyarakat telah diniatkan untuk ibadah.

“Saya tidak mau bahas itu loh ya,” kata Diyah.

Diyah mengatakan dirinya telah berusaha dan bekerja sebaik-baiknya. Memberikan tenaga dan pikiran mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB. Termasuk sangat getol membangkitkan semangat warga NTB saat terjadi gempa bumi tahun 2018 lalu.

“Hasilnya tentu kita pasrahkan,” tandasnya.

Dari 31 calon DPD RI dana LADK terbesar dikantongi HM Ali A Arahim dengan dana Kampanye awal sebelum menerima sumbangan Rp 250 juta. Di bawahnya ada Baiq Diyah Ratu Ganefi dengan budget awal Rp 55 juta. Lalu yang ketiga ada Prof Farouk Muhammad Rp 50 juta.

Sedangkan calon DPD RI yang menyisakan saldo terbesar setelah mengeluarkan berbagai macam dana kampanye yakni H Sunardi Ayub sebesar Rp 30,500 juta. Lalu ada Marinah Hardi menyisakan Rp 28,279 juta.

Moh Kisman Pangeran menyisakan dana kampanye Rp 18,960 juta. HM Ali A Arahim tersisa Rp 15,831 juta. Selebinya, calon-calon lain menyisakan dana kampanye di bawah Rp 5 juta. (zad/r2)

Berita Lainnya

PDIP NTB Dukung Megawati

Redaksi LombokPost

Perang Sosmed Dimulai

Redaksi LombokPost

PAN Pasang BJS di Sumbawa

Redaksi LombokPost

Dukungan Makmur Semakin “Subur”

Redaksi LombokPost

Suami Wagub Belum Tertarik Kursi Bupati Di Pilkada Lombok Tengah 2020

Redaksi LombokPost

Mau Nyalon, Ini Empat Modal Wajib!

Redaksi LombokPost

Belum Menyerah, Rusni Incar Wali Kota

Redaksi LombokPost

Nasdem Dukung Najmul, Bila …

Redaksi LombokPost

Gagal ke DPR, Muazzim Lirik Pilbup Loteng

Redaksi LombokPost