Lombok Post
Politika

PKB Galang Dukungan Untuk Djohan

H Najmul Akhyar

MATARAM– H Najmul Akhyar berpeluang  rematch (bertarung ulang) dengan H Djohan Sjamsu. Pada Pilkada Kabupaten Lombok Utara (KLU) 2020 mendatang. Keduanya yang pernah ‘sejoli’ menakhodai KLU, diketahui pecah kongsi di pilkada 2015 lalu.

Pertarungan kembali Djohan dan Najmul salah satu yang paling ditunggu publik. Musababnya, dinamika politik antara Najmul dan Djohan nyatanya tak tuntas di panggung pilkada saja.

Pada awal September 2017 lalu, publik dikagetkan juga dengan berpindahnya posisi ketua DPC Demokrat Lombok Utara dari Djohan ke Najmul.

“Kalau publik menghendaki, kami akan dukung beliau (Djohan) maju lagi,” kata Ketua DPW PKB NTB HL Hadrian Irfani.

Terpentalnya Djohan dari posisi ketua digantikan Najmul, nyatanya telah membuat luka tak biasa. Djohan diketahui akhirnya mengundurkan diri dari partai berlambang bintang mercy lalu melabuhkan dirinya di PKB.

Masuknya Djohan di partai warisan Gus Dur itu, disambut hangat. Medio Mei 2018, Djohan pun resmi menjadi ketua DPC PKB KLU.

“Kami ada tiga kursi (di DPRD KLU),” kata pria yang karib di sapa Ari ini.

Dengan tiga kursi saja, PKB tidak mengajukan mengajukan calon sendiri dalam pilkada KLU. Tetapi ketokohan Djohan dan drama politik yang mengiringi Djohan-Najmul diprediksi akan membuat pilkada KLU menarik dan ditunggu-tunggu.

“Kita lihat dinamikanya (dengan partai mana nanti berkoalisi), dalam beberapa waktu ke depan,” ujarnya.

H Najmul Akhyar saat dihubungi Lombok Post menanggapi santai peluang dirinya tarung lagi dengan mantan sejolinya. Najmul merasa tidak pernah bertarung dengan Johan. Sekalipun dalam beberapa panggung politik keduanya kerap berduel.

“Bukan bertarung, tapi berkompetisi,” kata Najmul.

Menurutnya narasi berkompetisi membuat kesan panggung-panggung politik yang mempertemukan dirinya dengan Djohan bernuansa sejuk dan sehat. Tidak ada cara politik yang menghalalkan segala cara, saat ia bertemu dan berhadap-hadapan.

Menurutnya semua didasari pada kesadaran yang tinggi, akan makna demokrasi itu sendiri. Mencari yang terbaik diantara yang paling baik.

Fastabiqul Khairat, kami sedang berlomba-lomba dalam kebaikan,” tekannya.

Pada akhirnya, pemilihan nanti akan mencari siapa pemimpin terbaik yang dikehendaki oleh warga KLU. Sehingga, seharusnya momen pilkada tidak melahirkan friksi persaingan sengit antara dua figur. Tetapi, ia berharap ini dimaknai sebagai keinginan dari masing-masing pihak untuk memberikan ide dan pikiran terbaik bagi kemajuan KLU.

“Kita ingin sama-sama membangun KLU,” tandasnya. (zad/r2)

Berita Lainnya

Djohan Incar Syarif

Redaksi LombokPost

PKS Buka Peluang Bentuk Poros Sendiri

Redaksi LombokPost

Ismul atau Jafri, Mana Lebih Sakti?

Redaksi Lombok Post

Jalan Suhaili Menyambung Dinasti

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Ali: Dinda Seharusnya Tak Tenang

Redaksi LombokPost

Jangan Ada Evi Kedua!

Redaksi LombokPost

Sekda Lotim Incar Wali Kota Mataram

Redaksi Lombok Post

Pelantikan Wakil Rakyat 5 Daerah Molor

Redaksi LombokPost