Lombok Post
Giri Menang

9.600 PJU akan Habis Rp 62 Miliar

GELAP GULITA: Beginilah pemandangan salah satu ruas jalan di kawasan pariwisata Senggigi saat malam hari.

GIRI MENANG-Keluhan warga LombokBarat (Lobar) terkait penerangan jalan umum akan dijawab Pemda tahun ini. Pemkab Lobar melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman mengklaim telah mengusulkan rencana pembangunan sekitar 9.600 titik lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di seluruh wilayah Lobar.

“Perencanaannya sudah diusulkan. Tinggal menunggu persetujuan bupati minggu depan. Untuk tahap pertama sekitar 9.600 sekian (lampu PJU, Red),” terang Kabid Tata Kota Dinas Perumahan dan Pemukiman Saifullah kemarin (14/6) usai melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Pemda Lobar.

Total biaya yang diperkirakan akan dihabiskan untuk membangun 9.600 lampu PJU ini mencapai Rp 62 miliar. Pemkab Lobar akan menyelesaikan persoalan PJU tahun ini dengan melakukan Kerja Sama Pemerintah Daerah dengan BUMN (KPBU). Sehingga, nantinya pembangunan PJU akan dibiayai oleh pihak ketiga yang bekerja sama dengan Pemkab Lobar. Setelah PJU ini terbangun, Pemkab Lobar direncanakan akan membayar dengan mengangsur menggunakan anggaran dan pajak penerangan jalan.

Sebelum menyepakati kerja sama ini, Saifullah mengaku proyek ini akan diuji terlebih dulu. Karena saat ini masih dalam tahap pra perencanaan.  Pihak perusahaan dari BUMN yang akan membangun PJU di Lobar nanti adalah PT Surya Indotama Bandung.

“Pemasangan PJU ini akan dilakukan di semua kecamatan yang ada di Lobar. Tidak ada yang menjadi prioritas utama. Semua menjadi prioritas,” jelasnya. Entah itu kawasan pariwisata atau kawasan pemukiman warga di desa maupun di perkotaan. Semua akan dipasangi PJU. Menyusul saat ini memang hampir semua wilayah di Lobar membutuhkan penerangan yang memadai.

Kondisi jalan di wilayah Lobar beberapa kali dikeluhkan oleh warga. Mulai dari warga pedesaan hingga para pelaku pariwisata. Misalnya saja di kawasan pariwisata Senggigi. Mereka merasa takut Senggigi bakal ditinggalkan wisatawan karena kondisinya yang gelap gulita.

 “Bisa dilihat sendiri kondisi Senggigi seperti apa saat ini. Malam hari lampu gelap dari gapura depan Kantor Desa Meninting sampai kawasan Senggigi. Kalau dibiarkan seperti ini bagaiamana nasib Senggigi,” ujar Irwan Jayadi, manajer Planet Cafe di kawasan wisata Senggigi.

Kemudian kondisi jalan gelap gulita juga dialami masyarakat Desa Taman Ayu yang merupakan desa pembangkit listrik PLTU Jeranjang. Hingga saat ini kondisi di jalan ini masih gelap saat di malam hari. Karena belum ada lampu PJU yang terpasang di sepanjang ruas jalan desa ini. (ton/r8)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi!

Redaksi LombokPost

Satu Sapi dan Tiga Kambing Tak Layak Sembelih

Redaksi LombokPost

Senggigi Butuh Jualan Baru!

Redaksi LombokPost

Farin Langsung Bidik Kursi Bupati

Redaksi LombokPost

Aparat Diminta Usut Perjalanan Dinas Dewan Lobar

Redaksi LombokPost

Rp 595 Juta Kerugian Negara Belum Kembali!

Redaksi LombokPost

Dermaga Rusak, Antrean Truk Mengular

Redaksi LombokPost

Tegur Sudah, Segel Sudah, Bongkarnya Tunggu Apalagi?

Redaksi LombokPost

Pedagang Ingin Kembali ke Pasar Lama Gunungsari

Redaksi LombokPost