Lombok Post
Politika

Ojie: Pak Fahri minta Saya Aktif

DUKUNGAN PENUH: Lalu Pahrurrozi saat mendampingi Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat berkunjung ke Amerika Serikat, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Nama-nama figur muda mulai muncul jelang pilkada 2020 Kabupaten Lombok Tengah (Loteng). Salah satunya Lalu Pahrurrozi, ketua Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) NTB.

Pria yang karib di sapa Ojie ini bukan figur baru. Sebelumnya, ia pernah jadi Tenaga Ahli Fraksi PKS DPRD Provinsi NTB. Kemudian aktif mendampingi Fahri Hamzah hingga saat ini.

“Pak Fahri minta saya agar aktif tidak pasif dalam pilkada,” kata Ojie mengutip ucapan Fahri Hamzah tokoh nasional sekaligus pendiri Garbi.

 Atas dasar itu, Ojie kemudian memantapkan niat ikut dalam pilkada Lombok Tengah. Dukungan itu disebutnya sangat berarti, melipatgandakan semangatnya bertarung di pilkada 2020.

“Pada intinya saya siap,” kata Ojie pada Lombok Post.

Ia merasa terpanggil. Memberikan kontribusi bagi daerahnya. Terkait dukungan dan aspirasi, sudah beberapa kali sejumlah tokoh datang menemuinya untuk maju. Tidak hanya dari kalangan tokoh masyarakat, tetapi tokoh muda, dan politisi partai politik pun tertarik dengan gagasannya membangun daerah.

“Beberapa kali nemin (menjamu, Red), bertukar pikiran mereka berminat dengan gagasan saya membangun Lombok Tengah,” tuturnya.

Majunya Ojie, diyakini akan menambah warna pilkada Loteng 2020 lebih semarak. Nama besar Fahri Hamzah dan militansi anggota dan kader Garbi diyakini mampu membuat kejutan nantinya.

Dimintai pandangannya atas karya pembangunan yang telah diupayakan Bupati Lombok Tengah saat ini HM Suhaili FT, Ojie mengaku mengapresiasi. Menurutnya progresifnya pembangunan di Lombok Tengah tidak lepas dari gigihnya Suhaili dalam mewujudkan visi misi pembangunannya.

“Beliau (Suhaili) saya rasa telah meletakan fondasi pembangunan baik itu sarana dan prasarana pendidikan dan pariwisata yang baik,” pujinya.

Dua diantaranya, Poltek Pariwisata dan Bandara Internasional Lombok (BIL) disebutnya tidak lepas dari dukungan pemerintah daerah. Sehingga, ikon yang mewakili masing-masing pariwisata dan pendidikan itu bisa, ada di Lombok Tengah.

“Walaupun anggaran dari pemerintah pusat yakni APBN, tapi bagaimanapun tanpa dukungan luar biasa dari pemerintah daerah tidak bisa terlaksana,” catatnya.

Itu di luar pembangunan terencana yang sudah digendarkan pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui APBD. Karenannya kepala daerah berikutnya, bertugas melanjutkan estafet pembangunan dan mendukung sarana dan prasarana yang telah tersedia saat ini.

“Lalu ada KEK Mandalika, itu butuh dukungan pemerintah daerah agar dampak ekonominya tidak hanya di dalam wilayah KEK saja, tetapi masyarakat di sekitarnya,” tandasnya. (zad/r2)

Berita Lainnya

Djohan Incar Syarif

Redaksi LombokPost

PKS Buka Peluang Bentuk Poros Sendiri

Redaksi LombokPost

Ismul atau Jafri, Mana Lebih Sakti?

Redaksi Lombok Post

Jalan Suhaili Menyambung Dinasti

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Ali: Dinda Seharusnya Tak Tenang

Redaksi LombokPost

Jangan Ada Evi Kedua!

Redaksi LombokPost

Sekda Lotim Incar Wali Kota Mataram

Redaksi Lombok Post

Pelantikan Wakil Rakyat 5 Daerah Molor

Redaksi LombokPost