Lombok Post
Giri Menang

Pembangun RTG Lambat, Ancam Putus Kontrak

CEK KONDISI TEKNIS: Kepala Bidang Perumahan Dinas Perkim Lobar Lalu Ratnawi saat turun meninjau konstruksi pembangunan di Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunungsari kemarin

GIRI MENANG-Koordinator Teknis Pembangunan Rumah Tahan Gempa (RTG) di Lombok Barat (Lobar) Lalu Ratnawi bersama timnya kemarin menggelar inspeksi mendadak. Mereka melakukan pengecekan tehadap progres pembangunan RTG di tiga Desa wilayah Kecamatan Gunungsari. Yakni di Desa Guntur Macan, Desa Dopang, dan Desa Kekait.

Hasil Sidak tersebut, Ratnawi menemukan pembangunan 39 unit Risba (Rumah Instan Sehat Rangka Baja) yang dibangun di Guntur Macan prosesnya sangat lambat. Dari 39 unit tersebut, baru 20 yang rangka bajanya baru naik. Padahal, seharusnya pembanguan Risba ini sudah selesai dibangun hingga rangka atapnya.

“Makanya saya panggil Pokmas, fasilitator, Kades dan Babinkamtibmas dan aplikatornya. Sayangnya, aplikatornya berada di Surabaya, hanya tim pemantaunya yang ada di sini,” ungkap Ratnawi Lombok Post kemarin (14/6).

Sehingga, ia pun menghubungi pihak penanggung jawab aplikator melalui sambungan telepon. Pihak aplikator beralasan molornya pembangunan RTG akibat kendala tukang yang terbatas. Padahal, sebelumnya pihak aplikator sudah meyakinkan masyarakat jika mereka memiliki tenaga yang cukup. Sehingga Ratnawi memberikan teguran agar aplikator bisa menyelesaikan tugasnya secepatnya.

“Mereka sanggup menyelesaikan 22 Juli bulan depan. Karena ini sudah sebulan lebih belum naik rangka atapnya,” beber dia.

Jika dalam kesempatan yang diberikan, aplikator masih belum juga bisa menyelesaikan tugasnya, maka kontrak antara aplikator dan Pokmas terancam diputus. Karena ini akan berdampak pada progres pembangunan RTG di Lobar. “Ya kita putus dan ada sanksinya. Apakah akan kembalikan dana masyarakat atau bagaimana nanti kita bahas sanksinya. Tapi sudah kita buatkan berita acara,” jelas Ratnawi.

Data terbaru progres pembangunan dan perbaikan rumah korban gempa di Lobar sejauh ini cukup menggembirakan. Untuk rumah rusak berat yang sudah jadi sekitar 1.272 unit. Sedangkan rusak sedang yang sudah diperbaiki 2.824 unit dan rusak ringan 13.625 unit. (ton/r8)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi!

Redaksi LombokPost

Satu Sapi dan Tiga Kambing Tak Layak Sembelih

Redaksi LombokPost

Senggigi Butuh Jualan Baru!

Redaksi LombokPost

Farin Langsung Bidik Kursi Bupati

Redaksi LombokPost

Aparat Diminta Usut Perjalanan Dinas Dewan Lobar

Redaksi LombokPost

Rp 595 Juta Kerugian Negara Belum Kembali!

Redaksi LombokPost

Dermaga Rusak, Antrean Truk Mengular

Redaksi LombokPost

Tegur Sudah, Segel Sudah, Bongkarnya Tunggu Apalagi?

Redaksi LombokPost

Pedagang Ingin Kembali ke Pasar Lama Gunungsari

Redaksi LombokPost