Lombok Post
NTB

Samota Akan Jadi Cagar Biosfer UNESCO

Najamuddin Amy

MATARAM-Kawasan Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Gunung Tambora (Samota) akan menjadi cagar biosfer dunia. Peresmian rencananya dilakukan dalam acara The International Coordinating Council of The Man, and The Biosphere Programme, UNESCO di Paris, Prancis, 17-21 Juni mendatang. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah akan hadir langsung.

”Pemprov bersama dengan Pemda Dompu, Sumbawa dan Bima menyambut baik penghargaan yang diberikan UNESCO tersebut,” kata Wagub Rohmi, dalam keterangan persnya, kemarin (14/6).

Penetapan Samota sebagai cagar biosfer berkat dukungan banyak pihak, seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Komite Program Nasional MAB Chapter Indonesia, pemprov, Pemkab Dompu, Bima, dan Sumbawa. ”Komunitas lokal dan berbagai elemen masyarakat di tiga wilayah tersebut,” katanya.

Kepala Biro Humas dan Protokoler NTB Najamuddin Amy menambahkan, Samota sangat layak menjadi cagar biosfer. Samota berada di antara bukit dan pegunungan yang di dalamnya terdapat berbagai flora dan fauna yang dilindungi. Selain itu, Samota juga merupakan lokasi Gunung Tambora yang letusannya mengubah sejarah peradaban manusia.

”Deklarasi Samota menjadi cagar biosfer diharapkan mempercepat pemerintah daerah mencapai SDGs di daerah masing-masing,” katanya.

Juga memberikan manfaat kepada NTB dalam rangka melindungi sumber alam, dan mempercepat kesejateraan ekonomi dan sosial. Rinjani dan Samota akan menjadi tuan rumah 13rd South East Biosphere Reserve Network tahun depan. ”Ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi NTB dengan mendatangkan pengunjung dan juga upaya memperbaiki kondisi di daerah,” katanya.

Samota sebagai cagar biosfer dunia juga akan memberikan kontribusi mewujudkan cita-cita konvensi keanekaragaman hayati. Samota akan menjadi media kerja sama antar pengelola cagar biosfer di seluruh dunia. Dia dapat digunakan sebagai penelitian ilmiah, pemantauan global dan pelatihan pakar dari seluruh dunia.

Di Indonesia beberapa wilayah sudah ditetapkan sebagai cagar biosfer. Antara lain, Gunung Leuser, Pulau Siberut, Lore Lindu, Pulau Komodo, Gunung Gede Pangrango, Tanjung Puting, dan Giam Siak. Juga Taman Laut Wakatobi, Bromo-Semeru-Tengger-Arjuno, Taka Bonerate, Blambangan, Berbak Sembilang, Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu, Rinjani, Lore Rindu dan Samota. ”Dua wilayah terakhir akan dideklarasikan tahun 2019 di Paris,” tandasnya.

 Di sela mengikuti perhelatan UNESCO tersebut, wagub dan rombongan juga akan mengisinya dengan agenda temu bisnis atau bussiness meeting dengan agen perjalanan wisata atau travel agent di Prancis.

Pertemuan akan difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Prancis. Temu bisnis dengan travel agent akan dimanfaatkan Wagub Rohmi untuk meyakinkan para pengelola jasa perjalanan wisata di Prancis. NTB siap menerima investasi dan wisatawan.

Kesiapan ini dibuktikan dengan upaya pemprov membenahi dan meningkatkan infrastruktur pendukung. Baik infrastruktur fisik maupun non fisik. ”Ini kesempatan emas untuk ajang mempromosikan NTB sebagai destinasi wisata yang komplet,” ujar Najamuddin. (ili/r5)

 

Berita Lainnya

Ayo Dukung Duta Bahasa NTB

Redaksi Lombok Post

Karantina Mataram Musnahkan Bibit Kubis Berbakteri Asal Amerika

Redaksi LombokPost

Warga Sekotong Harus Hati-hati! Ikan dan Beras Terindikasi Terpapar Merkuri

Redaksi LombokPost

Pemprov Masih Konsultasi

Redaksi LombokPost

Dewan Usulkan Bentuk Pansus

Redaksi LombokPost

Rastra untuk NTB Akan Dihapus

Redaksi LombokPost

AP Diminta Tidak Ngutang Terlalu Lama

Redaksi LombokPost

Awas, Dana Desa Rawan Dikorupsi!

Redaksi LombokPost

Emi Dapat Umrah Gratis

Redaksi LombokPost