Lombok Post
Giri Menang

Bupati Pimpin Rapat Final Penertiban Vila Bodong

HARUS TEGAS: Kasatpol PP Lobar Mahnan saat menggelar rapat internal bersama anggotanya di ruang kerjanya kemarin

GIRI MENANG-Kasus vila tak memiliki izin hingga kini belum juga ditertibkan oleh Pemkab Lombok Barat. Pihak pemerintah seakan berusaha mengulur waktu dengan menggelar rapat berkali-kali.

Bahkan hari ini (19/6), Tim Penertiban Vila dari unsur Pemkab Lobar dan unsur luar akan kembali menggelar rapat. Rapat kali ini akan membahas rencana pembongkaran paksa salah satu vila bodong yang ada di Desa Meninting.

“Apapun keputusannya itu besok (hari ini, Red). Kami akan melaporkan ke bupati,” kata Kasatpol PP Lobar Mahnan.

Laporan yang dimaksud, bagaimana semua tahapan yang telah dilakukan penertiban terhadap pemilik vila. Misalnya dengan memberikan teguran, memanggil hingga melayangkan surat untuk pembongkaran sendiri sebanyak tiga kali. Sayangnya, dari tahapan tersebut, pemilik vila dinilai tidak kooperatif. Buktinya, hingga saat ini vila tersebut berdiri kokoh meski tidak mengantongi izin apapun.

“Kami juga sudah melengkapi dokumen,” ujar Mahnan.

Dokumen disiapkan untuk mengantisipasi jika pemilik vila nantinya menggugat Pemda Lobar setelah vila miliknya dibongkar. Mengingat, vila yang akan dibongkar Pemda Lobar ini disinyalir bernilai miliaran rupiah. Pemilik nekat membangun vila tersebut di area sempadan pantai meski menyalahi aturan.

“Nanti kami juga akan didampingi aparat penegak hukum, jaksa, kepolisian dan yang lainnya,” jelas Mahnan.

Dalam rapat hari ini, ada 30 unsur tim penertiban yang akan terlibat. Mulai dari Asisten I Setda Lobar, Asisten II, Satpol PP, Inspektorat, Dinas Perizinan, Dinas PUPR, Bakesbangpol, Bagian Hukum, Kejaksaan Negeri Mataram, Polres Lobar, Kodim 1606, pihak Kecamatan Batulayar hingga beberapa unsur lainnya.

“Insya Allah rapat dipimpin bupati, apa keputusannya nanti ya kita lihat saja. Kami sudah menyiapkan laporannya,” tandasnya.

Keberadaan sejumlah vila yang tak mengantogi izin di Lobar diketahui cukup banyak. Salah satunya yang paling mencolok adalah vila di kawasan Meninting yang dibangun sekitar tahun 2016. Pihak Pemkab Lobar beberapa kali menegur pemilik vila namun tak pernah dihiraukan.

Justru, pemilik vila diketahui aktif melakukan ‘lobi’ kepada Pemkab Lobar. Meminta agar vila miliknya tidak dibongkar meski menyalahi aturan dan tidak mengangtongi izin. Bahkan, Bupati Lobar H Fauzan Khalid mengaku pemilik vila sudah menemui dirinya. “Pemiliknya sudah datang, sempat ke saya,” akunya kepada wartawan.

Namun pada prinsipnya dikatakan Fauzan, jika ada vila atau penginapan yang melanggar aturan, ketika bisa dibantu dalam koridor hukum yang berlaku maka itu akan dibantu untuk mencari solusi bersama. Namun jika tidak ada dasar hukum yang bisa medukung, maka Pemkab Lobar tidak bisa berbuat banyak untuk membantu vila tersebut.

“Tapi kalau tidak bisa ya gimana,” katanya. Ditanya apakah dirinya akan memerintahkan tim untuk membongkar vila di kawasan Meninting, Fauzan menjawab tegas harus ditertibkan. ”Pokok yang melanggar,” tegasnya. (ton/r3)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi!

Redaksi LombokPost

Satu Sapi dan Tiga Kambing Tak Layak Sembelih

Redaksi LombokPost

Senggigi Butuh Jualan Baru!

Redaksi LombokPost

Farin Langsung Bidik Kursi Bupati

Redaksi LombokPost

Aparat Diminta Usut Perjalanan Dinas Dewan Lobar

Redaksi LombokPost

Rp 595 Juta Kerugian Negara Belum Kembali!

Redaksi LombokPost

Dermaga Rusak, Antrean Truk Mengular

Redaksi LombokPost

Tegur Sudah, Segel Sudah, Bongkarnya Tunggu Apalagi?

Redaksi LombokPost

Pedagang Ingin Kembali ke Pasar Lama Gunungsari

Redaksi LombokPost