Lombok Post
Praya

Loteng Butuh Banyak Dokter Umum

PELAYANAN KESEHATAN: Suasana pelayanan kesehatan di RSUD Praya Lombok Tengah, belum lama ini.

PRAYA-Formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari dokter umum di Lombok Tengah, tahun ini diperbanyak. Sebagian lagi dari dokter gigi, perawat, dan bidan. Sedangkan dokter spesialis dikosongkan. Itu Karena, saat formasi tahun lalu tidak ada yang melamar. ”Ada 17 kursi dokter spesialis, yang sia-sia atau kosong,” keluh Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Loteng H Moh Nazili, kemarin (18/6).

Awalnya, pemkab mengusulkan mengubah formasi yang dimaksud, namun Kemenpan dan RB menolak. Atas dasar itulah, pemkab tidak ingin mengulangi lagi kebijakan yang sama. Sehingga, bagi yang berminat dipersilakan menyiapkan diri.      Terkait dokter spesialis, Nazili membeberkan pemkab justru menyiapkan dokter-dokter umum yang dimaksud, guna disekolahkan menjadi dokter spesialis. Yang penting, mereka sudah berstatus abdi negara. Dengan begitu ada keterikatan dengan daerah.

Jika kelak ada yang berkeinginan pindah, maka pemkab akan menyiapkan perjanjian kerja. Paling tidak, mereka mengabdi di daerah minimal 5-10 tahun. ”Tahun ini, ada enam orang dokter umum yang kita sekolahkan,” bebernya lagi.

Total dokter spesialis di Loteng saat ini, 17 orang. Itu belum termasuk mereka yang sedang melanjutkan pendidikannya, di luar daerah. ”Yang pasti, begitu wisuda, mereka wajib kembali,” cetus Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya Muzakir Langkir, terpisah. (dss/r9)

Berita Lainnya

Angkasa Pura Ingin Jadi Bagian Kesuksesan MotoGP

Redaksi LombokPost

Berwisata di Kolam Renang Matra Praya

Redaksi LombokPost

Jangan Merariq Kodek!

Redaksi LombokPost

Penerbangan Lombok-Perth Baik untuk Pariwisata

Redaksi LombokPost

Masalah Kawasan Prabu Bukan Hanya Tambang

Redaksi LombokPost

Diskominfo Lombok Tengah Data Ulang Jumlah Tower

Redaksi LombokPost

Tampil di JFC, Loteng Bertekad Memukau

Redaksi LombokPost

Target Pendapatan Daerah Rp 2,154 T

Redaksi LombokPost

Cerita H Najamudin, Penyiar Radio 90-an

Redaksi LombokPost