Lombok Post
NTB

207 Lokasi di NTB tanpa Sinyal

Gede Putu Aryadi

MATARAM-Belum semua wilayah NTB terjangkau sinyal telekomunikasi. Ada 207 site/lokasi masuk kategori blank spot atau tanpa sinyal. Daerah-daerah itu belum bisa mengakses internet seperti daerah lain.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Ststistik (Diskominfotik) NTB Gede Putu Aryadi menjelaskan, 207 lokasi itu tersebar di delapan kabupaten/kota di NTB, kecuali Kota Mataram dan Lombok Tengah.

”Daerah blank spot ini menjadi pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan,” kata Gede, di ruang kerjanya, kemarin (18/6).

Ia menjelaskan, saat ini sinyal telekomunikasi menjadi kebutuhan setiap daerah. Seiring revolusi industri 4.0 saat ini, akses internet sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Baik untuk mengakses informasi berita, pelayanan hingga menunjang pengembangan perekonomian.

Bila daerah itu tidak punya sinyal, maka masyarakat akan merasakan dampaknya. Tidak optimalnya pelayanan publik, seperti pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tidak bisa dilaksanakan bila tidak ada sinyal internet. ”Kalau ada produk lokal yang mau dijual ke luar tidak bisa tanpa internet,” katanya.

Data Diskominfotik NTB menunjukkan, daerah yang masuk blank spot antara lain, empat dusun di Desa Genggelang, Kecamtan Gangga, Lombok Utara dan Dusun Pawang Tenun, Desa Rempek, Kecamatan Bayan, Lombok Utara.

Kemudian di Lombok Barat, 16 desa di Kecamatan Lingsar, 13 desa di Kecamatan Kuripan, empat desa di Gunungsari, enam desa di Batulayar, enam di Narmada, 38 desa di Sekotong, dan 22 desa di Lembar.

Beberapa desa di Lombok Timur seperti Desa Rarang Batas, Batu Nampar Selatan, Ekas Buana, Kwang Buana, dan Paremas. Tiga desa di Sumbawa Barat yakni Desa Mantar, Semiar Salit, dan Barang Ene. Serta 13 desa di Sumbawa. Juga 11 desa di Kabupaten Bima dan delapan kelurahan di Kota Bima.

Mengatasi persoalan itu, dalam musrenbang nasional beberapa waktu lalu, pemprov sudah mengusulkan agar persoalan itu ditangani. Pemerintah pusat langsung akan memperbaikai fasilitas supaya tidak ada lagi daerah blank spot. ”Kami sudah laporkan dan akan ditangani Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mereka punya kewenangan,” ujar mantan Kabag Pemberitaan Humas dan Protokol NTB itu.

Dalam waktu dekat, Badan Aksesibilitas Komunikasi Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) akan mengunjungi NTB. Mereka akan turun meninjau lokasi-lokasi yang dibangun tower Base Transceiver Station (BTS). Bulan Agustus mereka akan datang survei menentukan titik koordinat BTS. ”Target 2020 masalah blank spot tuntas,” tegasnya.

Peran pemprov dalam hal ini hanya menentukan titik koordinat tower BTS yang dibangun.  Ia mengusulkan, tower BTS dibangun di area publik yang dekat dengan pusat pelayanan dasar seperti puskesmas, sekolah dan kantor desa. ”Tahun ini akan dibangun empat sampai enam BTS, di Lombok Barat dua,” katanya.

Terpisah, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah menekankan, akses internet sangat penting bagi warga saat ini. Keberadaan sinyal internet membuat masyarakat lebih produktif. Bahkan anak-anak saat ini tidak betah di kampung halamannya bila tidak ada sinyal internet. ”Itu menggambarkan perubahan yang cukup besar di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam hal ini pemerintah akan memfasilitasi agar warga memungkinkan akses internet agar tidak tertinggal. Teknologi komunikasi saat ini sangat penting untuk menunjang berbagai kemudahan pelayanan publik. (ili/r5)

Berita Lainnya

Ayo Dukung Duta Bahasa NTB

Redaksi Lombok Post

Karantina Mataram Musnahkan Bibit Kubis Berbakteri Asal Amerika

Redaksi LombokPost

Warga Sekotong Harus Hati-hati! Ikan dan Beras Terindikasi Terpapar Merkuri

Redaksi LombokPost

Pemprov Masih Konsultasi

Redaksi LombokPost

Dewan Usulkan Bentuk Pansus

Redaksi LombokPost

Rastra untuk NTB Akan Dihapus

Redaksi LombokPost

AP Diminta Tidak Ngutang Terlalu Lama

Redaksi LombokPost

Awas, Dana Desa Rawan Dikorupsi!

Redaksi LombokPost

Emi Dapat Umrah Gratis

Redaksi LombokPost