Lombok Post
Tanjung

Pemekaran Kecamatan Belum Mendesak

Ardianto

TANJUNG-Rencana Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjadikan kawasan tiga gili menjadi kecamatan sendiri ternyata kurang mendapat respons DPRD setempat. Rencana ini dinilai belum mendesak.

“Akan lebih bijak jika kita memaksimalkan pelayanan di gili,” ujar Ketua Komisi I DPRD KLU Ardianto, kemarin (18/6).

Ia menilai, membentuk kecamatan baru butuh perencanaan matang. Salah satunya terkait ketersediaan aparat sipil negara (ASN), yang ditempatkan di kecamatan tersebut. Sejauh ini kenyataannya KLU malah kekurangan ASN.

Total ASN yang ada sebanyak 2.664 orang. Jumlah ini masih kurang ideal dibanding OPD yang sudah ada. Apalagi jika harus tambah OPD baru. Saat ini saja, dengan 30 OPD termasuk 5 kecamatan, banyak jabatan yang lowong karena kekurangan ASN.

Selain itu pemekaran kecamatan juga akan menambah beban APBD. Apalagi jika terpaksa harus mengangkat tenaga honorer di kantor kecamatan. Belum lagi APBD yang harus dikeluarkan untuk operasional, perawatan aset dan sebagainya.

Ardianto menilai, langkah yang harus dilakukan pemkab saat ini adalah mengatasi masalah infrastruktur di tiga gili. Salah satunya penanganan sampah, serta memastikan sarana prasarana umum seperti puskesmas, pustu, poskesdes dan sekolah-sekolah di tiga gili berjalan dengan baik.

“Walaupun tidak menjadi kecamatan sendiri, tapi jika pelayanannya dimaksimalkan, saya rasa itu jauh lebih baik,“ sambungnya.

Ia melanjutkan, pihaknya bukannya tidak setuju pemekaran kecamatan. Menurutnya, pemekeran kecamatan bakal meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Hanya saja saat ini pemekaran kecamatan tidak bisa menjadi prioritas. Terlebih lagi di saat kondisi KLU yang hancur pascagempa lalu.

“Kalau kecamatan dimekarkan, akan banyak tenaga yang dibutuhkan untuk ditempatkan di kantor kecamatan. Belum lagi ketersediaan sarana dan prasarana yang dapat membebani APBD,” tegasnya.

Ardianto menyarankan, agar bupati lebih  fokus pada perbaikan sarana perkantoran untuk pelayanan publik. Tidak saja berbicara desa induk, di desa-desa persiapan juga masih terkendala pada kesiapan sarana dan prasarana yang ada. (fer/r4)

Berita Lainnya

Wisman Ikut Rayakan HUT RI

Redaksi Lombok Post

Polri Teliti Tingkat Kepercayaan Masyarakat

Redaksi Lombok Post

Perbaikan Data Anomali Sudah 80 Persen

Redaksi Lombok Post

Ratusan Warga Terima Kunci dan Kartu Garansi RTG Kumac

Redaksi Lombok Post

10 ASN Dapat Predikat ASN Teladan

Redaksi Lombok Post

Karang Taruna Pemenang Timur Latih Pemuda Berwirausaha

Redaksi Lombok Post

Mantan Ketua Komisi III Belum Kembalikan Randis

Redaksi Lombok Post

Antisipasi Kebakaran Lahan, Polres Lombok Utara Bentuk Gahutlah

Redaksi Lombok Post

Dewan Baru Harus Lebih Baik

Redaksi Lombok Post