Lombok Post
NTB

Penyuluh Sosial Wajib Punya Empat Kemampuan

PENYULUH: Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Aksesibilitas Sosial Dr Marjuki (dua dari kanan) memberikan arahan kepada para penyuluh sosial, dalam pelatihan dasar penyuluh sosial, di Hotel Jayakarta, kemarin (19/6).

GIRI MENANG-Penyuluh sosial merupakan garda terdepan dalam menangani permasalahan sosial. Mereka orang pertama yang mendeteksi dan memberikan intervensi terhadap persoalan sosial di tengah masyarakat. Karena itu, penyuluh sosial dituntut menjadi orang yang cekatan dan tanggap.

Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Aksesibilitas Sosial Marjuki dalam pelatihan dasar penyuluh sosial di Hotel Jayakarta, Lombok Barat menekankan, penyuluh sosial harus memiliki empat kemampuan dasar. Yakni intelektual, manajerial, sosial, dan intervensi. “Ini harus anda miliki,” tegas Marjuki di hadapan para peserta, kemarin (19/6).

Intelektual diperlukan agar penyuluh punya kecerdasan menganalisa permasalahan di lapangan. Dengan kemampuan intelektual yang mempuni, mereka bisa menghadapi berbagai tantangan di tengah masyarakat.

Dengan pengetahuan yang luas, mereka bisa dengan cepat memahami masalah-masalah sosial utama. Seperti kemiskinan, ketelantaran, kecacatan, ketunaan sosial, korban bencana, korban tindak kekerasan,  dan keterpencilan. ”Tanpa kemampuan intelektual yang baik anda tidak bisa menganalisa masalah sosial tersebut,” ujarnya.

Manajerial skill diperlukan agar penyuluh bisa melaksanakan tugas dengan baik di lapangan. Mampu merencanakan strategi menangani masalah, melaksanakan dan mengevaluasi pekerjaan di lapangan. Sehingga bisa memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat.

Sosial skill juga penting karena berkaitan dengan kemampuan bersosialisasi dan kepercayaan diri di tengah masyarakat. Tanpa sosial skill yang baik, penyuluh tidak akan bisa membantu masyarakat keluar dari masalah sosial.

Tidak kalah penting adalah skill intervensi, yakni kemampuan penyuluh dalam mengintervensi masalah-masalah yang terjadi. Dia harus tahu tindakan apa yang diambil ketika menghadapi satu permasalahan. Minimal cepat berkoordinasi, melaporkan kondisi di lapangan kepada pejabat berwenang. Sehingga permasalahan itu cepat dapat penanganan.

”Ketika menemukan masalah, penyuluh harus tahu langkah apa yang harus dilakukan,” tandasnya.

Pelatihan dasar penyuluh sosial ini akan dilaksanakan selama empat hari, dari 19-22 Juni. Pelatihan diikuti 30 orang penyuluh. Mereka merupakan hasil seleksi dari 55 orang. Satu orang mewakili satu desa di seluruh kecamatan Lombok Barat.

Kepala Dinas Sosial NTB Hj Wismaningsih Drajadiah berharap, dengan adanya penyuluh, permasalahan sosial di NTB bisa cepat ditangani. Saat ini penyuluh sosial baru diadakan untuk Lombok Barat hanya 30 orang. Mereka dibiayai Kementerian Sosial. Daerah lain belum ada. ”Ke depan kami akan mengadakan sendiri penyuluh ini supaya semua daerah punya penyuluh,” kata Wismaningsih. (ili/r5)

Berita Lainnya

Ayo Dukung Duta Bahasa NTB

Redaksi Lombok Post

Karantina Mataram Musnahkan Bibit Kubis Berbakteri Asal Amerika

Redaksi LombokPost

Warga Sekotong Harus Hati-hati! Ikan dan Beras Terindikasi Terpapar Merkuri

Redaksi LombokPost

Pemprov Masih Konsultasi

Redaksi LombokPost

Dewan Usulkan Bentuk Pansus

Redaksi LombokPost

Rastra untuk NTB Akan Dihapus

Redaksi LombokPost

AP Diminta Tidak Ngutang Terlalu Lama

Redaksi LombokPost

Awas, Dana Desa Rawan Dikorupsi!

Redaksi LombokPost

Emi Dapat Umrah Gratis

Redaksi LombokPost