Lombok Post
Politika

Analisa Sementara Peta Politik Mataram, Mana Lebih Kuat?

H Mohan Roliskana

MATARAM-Sampai dengan hari ini, baru ada empat nama yang terlihat serius bertarung di Pilkwakot Mataram 2020.

Keempat nama itu mengincar posisi Wali Kota. Diantaranya H Mohan Roliskana, Wakil Wali Kota Mataram. Berikutnya, Kepala Dinas Perdagangan NTB Hj Putu Selly Andayani, Mantan Sekda Kota Mataram HL Makmur Said, dan Kakanwil Kemenag NTB H Nasruddin.

Sedangkan, posisi Wakil Wali Kota baru menjadi incaran dua nama. Badruttamam Ahda putra sulung H Ahyar Abduh. Lalu ada HL Winengan, tokoh NU.

“Saya pikir Mohan masih unggul sejauh ini,” prediksi Dr Asrin, pengamat Politik dari INSAN NTB.

Selain nama-nama itu, ada nama lain juga yang sempat menyatakan diri akan maju. Seperti H Subuhunnuri, HMNS Kasdiono, I Gusti Ayu Putu Candra Punar, dan beberapa nama lain. Namun beberapa nama terakhir belum terlihat aktivitas politik untuk mengukur keseriusan rencana mereka maju.

“Kota sudah terpolarisasi kuat dalam parpol-parpol,” imbuhnya.

Selain polarisasi parpol, warga kota juga sampai saat ini masih kadung nyaman dipimpin oleh sesama warga asli kota. Dua polarisasi inilah yang membuat kans figur independen semakin sulit untuk menang.

Mereka tidak hanya harus memastikan diri memiliki kendaraan politik. Tetapi juga secara psikologis harus memiliki kedekatan istimewa dengan penduduk asli Mataram.

“Mungkin sekedar test the water saja ya tidak masalah, hitung-hitung cari popularitas kan,” ujarnya.

Mohan menurutnya bukan tidak mungkin dikalahkan. Politik menurutnya seni menjadikan hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Tapi bila peta politik tetap seperti saat ini, maka mudah saja membaca pemenang.

“Dapat dukungan partai saja ternyata juga belum cukup,” imbuhnya.

Seperti pada Pilwakot Mataram 2015. Saat, H Rosyiadi H Sayuti-HMNS Kasdiono menantang pasangan AMAN jilid II. Dari sisi logitik dan partai dinilai sudah cukup matang. Tapi, diakhir-akhir waktu pendaftaran pasangan yang dulu didukung Demokrat, PDIP, dan Gerindra itu malah mengurungkan niat mendaftar.

Para elite politik di belakang Rosyiadi-Kasdiono dengan mudah membaca. Dukungan pada Ahyar-Mohan masih sangat kuat dari sisi identitas.

Karenannya, ada sisi positifnya bagi penantang lain. Bila Mohan dan Ahda tidak satu paket. Setidaknya simpul identitas bisa dilunturkan, sehingga yang tersisa hanya simpul parpol.

“Menarik melihat langkah-langkah politik selanjutnya,” ujarnya.

H Mohan Roliskana, Wakil Wali Kota Mataram sampai saat ini masih asyik berkelit. Bila ditanya apakah dirinya akan maju atau tidak di Pilwakot 2020. Anjangsananya ke kediaman calon rivalnya Hj Putu Selly Andayani, masih ditutup-tutupi sebagai kunjungan keluarga.

“Sekadar Silaturahmi,” kata Mohan.

Tapi Selly saat ini mulai lebih lentur. Bila sebelumnya, ditanya niat maju, istri ketua DPD PDIP NTB Rachmat Hidayat itu memilih berkelit dan buru-buru pergi. Wawancara terakhir, Selly malah menebar senyum saat ditanya niatnya akan maju.

Hehe…” tawa kecil Selly saat ditanya.

Penantang lainnya Makmur bahkan telah bergerak mengumpulkan KTP. Sedangkan, Nasruddin dan Winengan kabar terakhir kemarin, telah terbang ke Jakarta untuk mencari dukungan parpol.

“Nanti kita sampaikan (partai mana yang dibidik),” kata Winengan. (zad/r2)

Berita Lainnya

Gonjang Ganjing Partai Beringin

Redaksi Lombok Post

HRF : Smart City itu Kunci!

Redaksi Lombok Post

Empat Tahun, Bisa Balik Modal Nggak?

Redaksi Lombok Post

Djohan Incar Syarif

Redaksi LombokPost

PKS Buka Peluang Bentuk Poros Sendiri

Redaksi LombokPost

Ismul atau Jafri, Mana Lebih Sakti?

Redaksi Lombok Post

Jalan Suhaili Menyambung Dinasti

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Ali: Dinda Seharusnya Tak Tenang

Redaksi LombokPost