Lombok Post
Politika

Belum Menyerah, Rusni Incar Wali Kota

TANTANG PEMKOT: Rusni menyampaikan dasar-dasar hukum perusahaan pengembang miliknya, pada Lombok Post beberapa waktu lalu.

MATARAM-Pesta demokrasi lima tahunan sukses menggoda banyak figur. Ramai-ramai ikut serta, adu strategi mendulang dukungan berebut posisi seksi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.

Di Kota Mataram para figur yang menyatakan diri maju pilwalkot 2020 memamerkan optimismenya. Mampu menaklukan kota bermodal keyakinan diri dan dukungan banyak kalangan.

Yakin, senadainya berhasil jadi wali kota nanti mampu menghadikan perubahan. Pembangunan yang menyejahterakan masyarakat dan memajukan ibu kota.

“Bukan maju saja, Insya Allah naik juga jadi wali kota,” kata H Ahmad Rusni percaya diri.

Bos dari Ahmad Rusni Fondation dan Dasar Grup itu bukan sosok asing di dunia politik. Ia tercatat beberapa kali ikut dalam kontestasi politik. Gagal, pun bukan alasan Rusni kapok ikut politik. Pria murah senyum ini, justru memperlihatkan semangat patah arangnya untuk ikut lagi dalam panggung politik yang lain.

Rusni sukses mengerek popularitasnya, saat mengabarkan diri ikut Pilgub 2008 lalu. Berpasangan dengan H Jamaludin Malik, Mantan Bupati Sumbawa melalui jalur perseorangan.

Tapi kemudian, Rusni memilih mengganti pasangan di tengah jalan dengan menggandeng H Muhammad Nur mantan Sekda NTB. Pasangan ini pun sempat menyerahkan bukti dukungan perseorangan ke KPU walau akhirnya gagal lolos verifikasi.

“Saya kumpulkan uang dulu,” celetuknya, sembari tertawa.

Rusni kembali bersemangat saat ikut Pileg 2019 kemarin. Pria yang membidik kursi DPR RI melalui partai Garuda ini harus menelan pil pahit. Suara partainya tak berhasil mengamankan satu kursi di DPR RI.

Suara yang ia kumpulkan di DPR RI Dapil 2 NTB sebanyak 8.450 suara atau perolehan di Kota Mataram 758 suara, belum cukup mengantarkan ia melenggang ke senayan.

“Independen dan partai yang pasti jalur lurus,” kelakarnya sembari tertawa.

Motivasi Rusni maju dalam Pilwakot 2020 rupanya tak hanya dilatarbelakangi merebut tampuk kuasa semata. Pria yang juga pernah singgah di partai besutan Tommy Soeharto, Partai Berkarya — sebelum memantapkan diri Garuda — itu, merasa pemerintah tak adil pada pengusaha.

Terakhir, Rusni dibuat meradang karena lahan usahanya sekonyong-konyong diubah jadi LP2B oleh Pemkot Mataram. Tak pelak membuatnya meradang dan nyaris mendemo kantor wali kota.

“Bila perlu kita begendang di sana!” sesalnya waktu itu pada wartawan.

Ia mengkritik seharusnya pemerintah bersikap transparan dalam membangun persaingan usaha di kota. Sehingga tidak ada yang merasa dirugikan dengan berbagai kebijakan pemerintah. “Pengusaha kan ikut membantu pemerintah membangun, kalau saya jadi wali kota tidak akan saya seperti itu,” cetus Rusni saat itu.

Sementara itu, Hj Putu Selly Andayani semakin berani memperlihatkan tanda-tanda dirinya akan maju dalam Pilwalkot 2020 nanti. Saat diperlihatkan foto stikernya yang tersebar di media sosial, Selly tesenyum lantas merespon positif.

“Bagus (kalau tersebar),” kata Selly pendek.

Stiker itu dibuat oleh relawan Selly yang menamai diri Kawan Selly. Bertagline Mataram Maju stiker itu mengajak masyarakat menggaungkan Putu Selly Andayani untuk Mataram, disingkat PSA4W.

Sedangkan Selly masih irit berkomentar. Ia hanya lebih banyak melempar tawa kecil. “Hehe…” tutupnya.

(zad/r2)

Berita Lainnya

Gonjang Ganjing Partai Beringin

Redaksi Lombok Post

HRF : Smart City itu Kunci!

Redaksi Lombok Post

Empat Tahun, Bisa Balik Modal Nggak?

Redaksi Lombok Post

Djohan Incar Syarif

Redaksi LombokPost

PKS Buka Peluang Bentuk Poros Sendiri

Redaksi LombokPost

Ismul atau Jafri, Mana Lebih Sakti?

Redaksi Lombok Post

Jalan Suhaili Menyambung Dinasti

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Ali: Dinda Seharusnya Tak Tenang

Redaksi LombokPost