Lombok Post
Giri Menang

Dewan Minta Akuisisi PT Indotan Diaudit

Indra Jaya Usman

GIRI MENANG-Persoalan akuisisi saham PT Indotan Lombok Barat Bangkit (ILBB) menjadi perhatian anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Barat (Lobar). Itu lantaran akuisisi saham perusahaan ini oleh PT Ancora dinilai janggal.

“Setahu kami pada periode 2009-2014, kita memiliki saham 10 persen. Kami dapat informasi ada ekspose terjadi akuisisi terhadap PT Indotan Lombok Barat bangkit oleh PT Ancora dengan besaran 2 juta dolar,” beber anggota DPRD Lobar Fraksi Partai Demokrat Indra Jaya Usman saat rapat paripurna, pekan lalu.

Akuisisinya, kata dia, terjadi di 2017. Sayangnya, dinas atau OPD yang mengurus persoalan ini tidak pernah memberikan laporan atau sekadar berkoordinasi dengan DPRD Lobar. Khususnya komisi yang menangani persoalan ini. Untuk memberitahukan sedang terjadi proses akuisisi. Padahal, dalam proses akuisisi ini terjadi potensi kerugian di Lobar.

“Kalau angkanya 2 juta dolar maka Lobar punya hak 400 ribu dolar di sana. Itu pun menjadi pertanyaan kami apakah angka 2 juta dolar itu angka yang pas. Setahu kami dari proses eksplorasi Indotan itu menghabiskan 20 juta dolar,” bebernya.

Ia menilai kurang rasional jika saham Indotan dijual Ancora senilai 2 juta dolar. “Kami menyarankan Pemkab Lobar melakukan audit atas proses akuisisi tersebut,” pinta IJU.

Sementara, Bupati Lobar H Fauzan Khalid menjelaskan, jika yang diakuisisi itu bukan termasuk saham Pemda yang 10 persen. “Yang diakuisisi itu saham orang saja. Nggak ada masalah sebenarnya,” jawabnya kepada wartawan.

Namun menyangkut Indotan, ia mengakui Pemkab Lobar saat ini sedang mengkaji apakah kerja sama dengan perusahaan tersebut akan dipertahankan atau tidak. Setelah hasil kajian selesai, baru ia akan minta persetujuan dewan untuk mengambil keputusan. Karena ia membeberkan dulu memang pengambilan keputusan kerja sama dengan PT ILBB tanpa persetujuan DPRD Lobar. Namun tetap tercatat di neraca aset.

“Kalau bahasa saya, pintu masuknya itu haram. Kita mau keluarkan secara halal kalau seandainya keputusannya nanti itu kita tiadakan. Saya sudah minta BPKAD dan Asisten II intens komunikasi dengan kejaksaan bahkan dengan KPK,” ungkapnya.

Saham senilai 2 juta dolar, ungkap Fauzan, jumlah keseluruhan nilai asetnya. Namun aset Pemkab Lobar senilai 10 persen itu tetap dan tidak ikut diakuisisi PT Ancora. Sehingga ini akan menjadi pertimbangan, apakah saham ini akan tetap di dalam atau dikeluarkan.

“Perusahaan saat ini akan eksplorasi butuh 20 juta dolar. Solusinya ada dua, apakah Pemda ikut ngutang di 20 juta dolar itu? Tetapi kalau Pemda tidak ikut ngutang, jumlah sahamnya berkurang,” tandasnya. (ton/r8)

Berita Lainnya

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi!

Redaksi LombokPost

Satu Sapi dan Tiga Kambing Tak Layak Sembelih

Redaksi LombokPost

Senggigi Butuh Jualan Baru!

Redaksi LombokPost

Farin Langsung Bidik Kursi Bupati

Redaksi LombokPost

Aparat Diminta Usut Perjalanan Dinas Dewan Lobar

Redaksi LombokPost

Rp 595 Juta Kerugian Negara Belum Kembali!

Redaksi LombokPost

Dermaga Rusak, Antrean Truk Mengular

Redaksi LombokPost

Tegur Sudah, Segel Sudah, Bongkarnya Tunggu Apalagi?

Redaksi LombokPost

Pedagang Ingin Kembali ke Pasar Lama Gunungsari

Redaksi LombokPost