Lombok Post
Selong

M Rido Abdillah, Penderita Tumor Ganas di Rahang dan Mata

MENAHAN SAKIT: Inaq Repil sedang menggendong M Rido Abdillah, anak yang menderita penyakit tumor ganas di rahang yang menjalar ke matanya, di Ruang Anak RSUD dr R Soedjono Selong, kemarin (23/4).

Tanpa penyakit yang dideritanya, M Rido Abdillah memiliki wajah tampan dengan kulit yang bersih. Namun semua itu berubah, ketika tumor ganas menyerang mulut dan matanya. Masih adakah harapan agar Rido kembali riang?

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

===================================

Di ruang anak RSUD dr R Soedjono Selong, M Rido Abdillah menahan sakit digendongan ibunya, Inaq Repil. Mata sebelah kirinya membengkak. Begitu juga dengan mulutnya. Ada darah yang mengering di wajah balita berusia dua tahun lebih dua bulan itu.

Rido merupakan putra ketiga dari Inaq Repil. Mereka berasal dari Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun. Lahir dari keluarga miskin yang tak berpendidikan membuat Rido terlambat ditangani tim medis. Inaq Kurniawan, Bibi Rido yang berada di rumah sakit menerangkan, penyakit Rido awalnya diobati orang pintar atau dukun. “Dimintakan air, dijampi, lalu diminum,” terang Bibinya Rido kepada koran ini.

Tapi satu bulan kemudian, rahang Rido membengkak. Tak selesai di mulut, penyakit itu menyerang mata sebelah kirinya. Rido pun tak bisa memejamkan mata, juga tak bisa  mengatupkan mulutnya. Apa yang sebelumnya terbuka dan tertutup dengan normal, kini menyerang Rido. Dengan sakit tiada tertahan.

Rido sesekali meringis. Nafasnya terdengar berat. Nampaknya penyakit tersebut telah menyebar ke dadanya. Sementara sang Ibu tak ingin bicara. Di wajahnya hanya terlihat wajah iba seorang ibu. Melihat putranya yang masih balita merintih kesakitan. “Ayo makan nak,” katanya kepada Rido.

Rido tak bisa diobati di Lombok. Ia harus dibawa ke rumah sakit tipe A di Bali atau Jakarta. Hal itu diterangkan Bibi Rido. Lantas mengapa tak segera dibawa? Biaya menjadi alasannya.

Beberapa bulan lalu, Rido pernah di bawa ke RSUD Selong dan langsung dirujuk ke RSUD NTB di Mataram. Namun ketika akan dirujuk ke Sanglah, Bali, kata Bibi Rido, Inaq Repil diam-diam kembali ke Sembalun. Alasannya sederhana, saat itu tak ada satu pun yang mendampingi. Sementara keluarga sepertinya dilanda perasaan takut. Jangan-jangan diminta bayaran tinggi.

Tak hanya bayaran saja, Inaq Repil terkendala biaya hidup di sana. Siapa yang menanggung? siapa juga yang menjamin biaya pengobatan Rido? Di saat seperti ini, Inaq Repil tak ingin mengatakan apapun mengenai bantuan. Selain berharap dalam hati agar ada tangan-tangan dermawan yang peduli padanya. Dan berdoa pada Yang Maha Kuasa, semoga Rido dibebaskan dari penyakitnya.

“Sebelum dia seperti ini, Rido ini gagah sekali. Mirip anak orang China saking gantengnya” kata Inaq Kurniawan. (*/r5)

Berita Lainnya

Rohman Mantap Pilih Jalur Independen

Redaksi LombokPost

Masyarakat Harus Lebih Selektif!

Redaksi LombokPost

Spesialis Pencuri Mobil Ditangkap Polisi

Redaksi Lombok Post

80.584 Anak Belum Punya Akta

Redaksi Lombok Post

Sengketa Lahan Ancam Investasi

Redaksi Lombok Post

Di Balik Alasan Jukir RSUD dr R Soedjono Selong Mempertahankan Kehendaknya (2-Habis)

Redaksi Lombok Post

FK UI Gelar Pelatihan di Sembalun

Redaksi LombokPost

Warga Selong Tertangkap Bawa Setengah Kilo Sabu

Redaksi LombokPost

Belanja Murah di Pasar Jumat Pancor

Redaksi LombokPost