Lombok Post
Metropolis

Hadapi Kekeringan dengan Sumur Dangkal

SUBUR: Sawah di Kota Mataram ini masih terlihat subur meski saat ini sudah memasuki musim kemarau, kemarin.

MATARAM-Ancaman kekeringan ekstrem direspons Pemkot Mataram. Guna mencegah gagal panen sejumlah komoditas pertanian, Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram bakal membuat sumur dangkal. Sebagai suplai air untuk lahan pertanian.

Kadistan Kota Mataram H Mutawalli mengatakan, NTB diprediksi bakal mengalami kekeringan ekstrem. Dari hasil monitoring BMKG, selama 60 hari ke depan, NTB tidak akan diguyur hujan. “Kita sudah dapat info itu,” kata Mutawalli.

Kota Mataram tak luput dari prediksi kekeringan. Meski demikian, kata Mutawalli, tidak seluruh wilayah, khususnya kawasan pertanian di Kota Mataram, bakal terkena dampak kekeringan. Jikapun ada, jumlahnya tak signifikan.

”Biasanya di Ampenan sama daerah utara kota,” ujar dia.

Menghadapi itu, Distan Kota Mataram menyebut telah melakukan langkah antisipasi. Salah satunya dengan sumur dangkal. Mutawalli menyebut ada ratusan sumur yang tersebar di sejumlah titik lahan pertanian, untuk suplai air. Jika kurang, Distan bisa membuat tambahan sumur dangkal sesuai kebutuhan.

Selain itu, dengan adanya prediksi kekeringan, bukan berarti petani tidak bisa menanam. Mutawalli menyebut, petani masih bisa menanam palawija selama masa kering. ”Kita bisa atasi juga dengan sumur dangkal. Untuk yang sawah teknis, akan diatur pengairannya,” terang Mutawalli.

BMKG Stasiun Klimatologi menyebutkan NTB menjadi salah satu provinsi yang akan mengalami kekeringan ekstrem. Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG menyebut, hari tanpa hujan (HTH) selama 60 hari menunjukkan kekeringan panjang.

”Masuk kategori ekstrem,” kata dia.

Berdasarkan hasil monitoring HTH dasarian I Juni, sebagian wilayah NTB menunjukkan kekeringan dengan kategori cukup panjang. Antara 31 hari hingga 60 hari. Namun, di antara itu, ada beberapa wilayah dengan kategori kekeringan sangat pendek, satu sampai lima hari. Yakni, di Masbagik, Sikur, Dompu, Aikmel, dan Brang Rea.

Hasil serupa terdapat pada monitoring dasarian II Juni. Untuk wilayah Kota Mataram, termasuk akan mengalami kekeringan dengan kategori sangat pendek. Dari satu sampai 10 hari. (dit)

Berita Lainnya

Bukit Nipah dan Padanan Terbakar

Redaksi LombokPost

NTB Gak Mau PNS Kerja di Rumah

Redaksi Lombok Post

Uang Korban Gempa Dicuri Mandor

Redaksi LombokPost

Kejuaraan Paralayang Nasional Diikuti 153 Peserta

Redaksi LombokPost

Melihat Persiapan Pemkot Menyambut HUT Kota Mataram Ke-26

Redaksi LombokPost

Korban TPPO Banyak Dijual ke Suriah

Redaksi LombokPost

Wajib Pakai Besi Kolom Sepuluh Mili

Redaksi LombokPost

Tok, Tok, Tok, Bank Rontok

Kafilah Kecamatan Mataram Juara MTQ XVIII