Lombok Post
Giri Menang Headline

Enam Kecamatan Terancam Kekeringan

BUTUH SOLUSI PERMANEN: Sejumlah warga Desa Kuripan Timur saat menerima bantuan air bersih dari pihak Polres Lobar tahun lalu.

GIRI MENANG-Belum selesai dengan dampak bencana gempa tahun lalu, sejumlah warga di Lombok Barat (Lobar) kini terancam bencana kekeringan. Beberapa desa bahkan sudah mulai merasakan krisis air bersih memasuki musim kemarau tahun ini.

“Ada dua dusun yang setiap tahun selalu merasakan dampak musim kemarau. Di Dusun Berambang dan Batu Bante, sebagian sumur warga sudah mulai mengering,” tutur Kepala Desa Kuripan Timur Anwar Efendi kepada Lombok Post kemarin (8/7).

Untuk mengantisipasi datangnya musim kemarau, pemerintah desa telah mendapat bantuan pembanguan sumur bor. Sayang, tidak semua warga bisa mengakses lokasi pembangunan sumur bor ini. Karena ada beberapa warga yang bermukim jauh dari lokasi pembangunan sumur ini. “Jadi mereka harus jalan cukup jauh untuk mengambil air dari sumur bor,” tuturnya.

Beruntung, warga terbantu adanya air irigasi yang datang dari Lombok Tengah. Ketika air irigasi ini datang, sumur warga yang mengering menurut Anwar bisa terisi kembali.

Terpisah, Sekretaris BPBD Lobar Sri Ernawati mengaku krisis air bersih mengancam sejumlah kecamatan di Lobar. Bahkan pihaknya sudah menyusun rencana aksi tanggap darurat ditindaklanjuti dengan pengesahan SK dari bupati.

“Ada enam kecamatan (yang terancam krisis air bersih),” ungkapnya.

Enam Kecamatan tersebut adalah Kecamatan Kuripan, Gerung, Lembar, Sekotong, Batulayar, dan Kecamatan Gunungsari. Wilayah ini dari keterangan Erna hampir setiap tahun mengalami bencana kekeringan ketika musim kemarau tiba.

Untuk Kecamatan Kuripan, ada tiga desa yang terancam krisis air bersih. Desa tersebut yakni Desa Kuripan Timur, Desa Kuripan Selatan dan Giri Sasak. Sementara untuk Kecamatan Gerung desa yang perlu waspada kekeringan adalah Desa Banyu Urip, Desa Giri Tembesi dan Desa Tempos. Di Kecamatan Lembar ada Desa Labuan Tereng, Desa Sekotong Timur, Jembatan Kembar Timur, Mareje Timur dan Mareje Barat.

Sementara di wilayah Kecamatan Sekotong, desa yang terancam kekeringan adalah Desa Sekotong Tengah, Kedaro, Taman Baru, Buwun Mas dan Cendi Manik. Untuk Kecamatan Batulayar, Desa Batulayar Induk, Batulayar Barat, Senggigi, Pusuk Lestari, Bengkaung dan Lembah Sari menjadi langganan kekeringan setiap tahun. Termasuk terancam tahun ini. “Untuk Gunungsari ada Desa Bukit Tinggi dan Tunjang Polak,” jelasnya.

Dari enam kecamatan tersebut total 64.985 jiwa terancam merasakan krisis air bersih dampak kekeringan. Dengan Kecamatan Sekotong di Desa Buwun Mas paling banyak yang terancam terdampak yakni 13.726. Disusul Desa Kedaro 4.525 jiwa dan Desa Senggigi 4.021 jiwa.

Pihak BPBD Lobar mengaku sudah menyiapkan tiga unit mobil tangki air untuk mendistribusikan kebutuhan air bersih. Natinya kendaraan ini akan rutin setiap hari mendistribusikan air bersih sesuai dengan permintaan desa yang masuk.

“Setelah SK (tanggap darurat )ini terbit, kami akan keliling mendistribusikan air bersih. Selain itu, harus ada juga permintaan dari pihak desa bersurat ke kami,” ujarnya. (ton/r3)

Berita Lainnya

Telkomsel Hadirkan Kuota Keluarga

Redaksi Lombok Post

Duta Bahasa NTB Juara Favorit

Redaksi Lombok Post

BUMN Gelar Jalan Sehat dan Pasar Murah di Mataram

Redaksi Lombok Post

Ayo Dukung Duta Bahasa NTB

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Mantan Kepala Kemenag Bima Ditahan, Tersandung Korupsi Tunjangan Guru di Bima

Redaksi Lombok Post

NTB Gak Mau PNS Kerja di Rumah

Redaksi Lombok Post

Zaini Arony Diklarifikasi Soal LCC

Redaksi LombokPost

Tenda di Mina Penuh Sesak, Ruang Satu Jamaah Hanya 0,8 Meter Persegi

Redaksi LombokPost