Lombok Post
NTB

Dampak Kekeringan Semakin Meluas

DISTRIBUSI AIR: Warga antre mengambil air bersih yang dibagikan petugas BPBD Lombok Tengah, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Dampak kekeringan semakin meluas. Bahkan jumlah jiwa terdampak lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya. Bila sebelumnya jiwa terdampak di angka 500 ribu orang, sekarang sudah mencapai 674 ribu jiwa. Bahkan angka itu diperkirakan masih bisa bertambah, sebab musim kemarau masih akan melanda.

Data yang diupdate 4 Juli menunjukkan, penduduk terdampak kekeringan mencapai 674.017 jiwa dengan 185.708 kepala keluarga (KK). Itu tersebar di sembilan kabupaten/kota, 69 kecamatan dan 302 desa di seluruh NTB. ”Hanya Mataram saja tidak ada laporan kekeringan,” kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD NTB H Ahsanul Khalik di kantor gubernur NTB, kemarin (10/7).

Angka itu sudah bertambah dari sebelumnya hanya 549 ribu jiwa di 298 desa. Karena musim kemarau masih akan terjadi, kemungkinan daerah terdampak bisa bertambah. Apalagi hari tanpa hujan di NTB masih panjang. ”Beberapa wilayah di Pulau Sumbawa dan Lombok bagian selatan bisa saja bertambah,” ujarnya.

Langkah-langkah mengantisipasi dampak kekeringan sudah dimulai. Pemda kabupaten/kota sudah mendistribusikan air bersih di daerah masing-masing.

Senin depan, BPBD seluruh NTB bersama NGO dan BMKG akan menggelar rapat koordinasi khusus soal kekeringan. Mereka akan fokus membahas situasi terkini terkait kekeringan di NTB. BMKG akan menjadi salah satu narasumber untuk menggambarkan puncak dan akhir masa kekeringan. ”Sehingga kita akan tahun lebih detail kondisi masing-masing daerah,” kata Khalik.

Dari pertemuan itu pula nanti akan diketahui apakah kabupaten/kota membuat status tanggap darurat atau tidak. Bila sudah tanggap darurat, pemprov bisa turun melakukan pendistribusian air bersih. Uang itu diambil dari dana tanggap darurat yang dimiliki APBD. ”Nanti kita hitung kebutuhannya berapa,” tambahnya.

Jumlah dana tanggap darurat yang dikeluarkan rata-rata Rp 3,5 miliar, tapi dengan luas dan jumlah masyarakat yang terdampak, ia akan menghitung ulang, bisa saja berkurang.

Dari pengalamannya di dinas sosial, dengan dana Rp 350 juta saja, mereka bisa mencover banyak wilayah, dihitung sesuai kebutuhan riil yang ada.

Sementara itu, distribusi air bersih sudah dilakukan BPBD Lombok Tengah sejak beberapa minggu lalu. Kalak BPBD Lombok Tengah H Muhammad mengatakan, beberapa daerah sudah meminta diberikan air bersih. Seperti Kecamatan Janapria, Pujut, Praya, Praya Tengah, Praya Barat, Praya Barat Daya, dan Jonggat. Dari delapan kecamatan itu, 83 desa yang mengalami kekeringan.

”Bantuan jangka pendek yang bisa dilakukan hanya droping air bersih ke rumah warga,” katanya.

Ia menyebutkan, total kebutuhan air untuk menangani kekeringan di Lombok Tengah saat ini sebanyak 218 tangki air bersih. Masing-masing tangki berisi 4.000 liter. Untuk membantu warga, mereka akan bekerja sama dengan BUMN dan BUMD setempat. ”Kalau sudah tidak mampu kami bersurat ke provinsi, bahkan ke pusat,” tandasnya. (ili/r5)

Berita Lainnya

Ayo Dukung Duta Bahasa NTB

Redaksi Lombok Post

Karantina Mataram Musnahkan Bibit Kubis Berbakteri Asal Amerika

Redaksi LombokPost

Warga Sekotong Harus Hati-hati! Ikan dan Beras Terindikasi Terpapar Merkuri

Redaksi LombokPost

Pemprov Masih Konsultasi

Redaksi LombokPost

Dewan Usulkan Bentuk Pansus

Redaksi LombokPost

Rastra untuk NTB Akan Dihapus

Redaksi LombokPost

AP Diminta Tidak Ngutang Terlalu Lama

Redaksi LombokPost

Awas, Dana Desa Rawan Dikorupsi!

Redaksi LombokPost

Emi Dapat Umrah Gratis

Redaksi LombokPost