Lombok Post
Tanjung

Puluhan KPM dan Perangkat Desa Ikuti Pelatihan PSDM

PELATIHAN: Puluhan KPM dan perangkat Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas PSDM di kantor sementara Desa Pemenang Barat, kemarin (10/7).

TANJUNG-Puluhan perangkat desa dan kader Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), kemarin (10/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari program bursa inovasi desa (BID).

Tenaga Ahli Pembanguan Partisipatif (TA-PP)  Sabirin menuturkan, dalam program BID ada dua kegiatan yang digelar. Yakni bursa pertukaran inovasi desa dan pelatihan PSDM. Pada pelatihan ini, pihaknya lebih menekankan pada peningkatan kapasitas kader pembangunan manusia (KPM). Masing-masing desa wajib mengikutsertakan satu orang perwakilan.

“Tidak hanya ini saja, tindaklanjutnya terkait dengan data. Contohnya untuk data stunting ini, nanti akan mempengaruhi untuk pencairan dana desa di tahap ketiga,” tuturnya, kemarin.

Ia mengungkapkan, dalam pencairan DD di tahap ketiga terdapat laporan data stunting. Jika dilihat secara umum, kasus stunting ini urgen dan cukup menarik atensi. Satu dari tiga anak itu pasti mengalami stunting. Sebab itu, pemerintah melalui beberapa aspek berusaha untuk mengurangi stunting ini.

“Makanya melalui program ini kita berupaya untuk menekan atau mengurangi stunting itu,” sambungnya.

Ia melanjutkan, pelatihan dilakukan dua kali, dimulai di Pemenang Barat. Dalam pelatihan tersebut disajikan enam jenis materi. Mulai dari persoalan stunting, hingga persoalan rumah desa sehat.

Pada pelatihan pertama, kata Sabirin, melibatkan KPM masing-masing desa atu orang, perangkat desa , Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID), hingga pendamping desa. Sedangkan pada pelatihan kedua hanya melibatkan KPM dan perangkat desa saja.

“Nanti akan ada runutannya. Mereka yang sudah ada di sini nanti akan melakukan pramusrembang khusus untuk stunting. Hasilnya itu dibawa ke musdes atau pramusrembang untuk  dianggarkan melalui desa,” tandasnya.

Sementara itu, Kasi Gizi Dinas Kesehatan KLU Ayunah mengatakan, pihaknya berharap ke depannya desa bisa melakukan pendataan tentang gizi balita. Ketika data sudah ada, desa bisa berperan melakukan kegiatan penanganan dengan DD.

“Berdasarkan data ini desa bisa membuat rencana aksi penurunan angka stunting,” katanya.

Terpisah, Pendamping Desa Pemberdayaan Kecamatan Pemenang Masjudin menambahkan, masalah dalam penanganan stunting adalah masih lemahnya basis data. Data yang tersedia hanya menunjukkan jumlah, namun belum mampu memotret by name by address. Pelatihan ini bertujuan agar KPM dapat melalukan validasi data batuta dan ibu hamil.

“Agar penanganan stunting lebih tepat sasaran,” pungkas mantan finalis Seleksi Pendamping Desa Pemberdayaan Terbaik Tingkat Nasional 2018 itu. (fer/r4)

Berita Lainnya

Wisman Ikut Rayakan HUT RI

Redaksi Lombok Post

Polri Teliti Tingkat Kepercayaan Masyarakat

Redaksi Lombok Post

Perbaikan Data Anomali Sudah 80 Persen

Redaksi Lombok Post

Ratusan Warga Terima Kunci dan Kartu Garansi RTG Kumac

Redaksi Lombok Post

10 ASN Dapat Predikat ASN Teladan

Redaksi Lombok Post

Karang Taruna Pemenang Timur Latih Pemuda Berwirausaha

Redaksi Lombok Post

Mantan Ketua Komisi III Belum Kembalikan Randis

Redaksi Lombok Post

Antisipasi Kebakaran Lahan, Polres Lombok Utara Bentuk Gahutlah

Redaksi Lombok Post

Dewan Baru Harus Lebih Baik

Redaksi Lombok Post