Lombok Post
NTB

Ada OPD Gagal Paham RPJMD?

H Iswandi

MATARAM-Sudah hampir satu tahun pemerintahan Zul-Rohmi berjalan. Tapi masih ada organisasi perangkat daerah (OPD) belum memahami Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Hal itu menjadi salah satu kendala pelaksanaan program Pemprov di lapangan.

”Makanya kita sosialisasikan agar dia (OPD) paham,” kata Penjabat Sekda NTB H Iswandi usai menggelar pertemuan di ruang rapat utama, kantor gubernur NTB, kemarin (11/10).

Iswandi tidak menyebut OPD mana yang gagal memahami RPJMD. Tapi dia mengigatkan, semua OPD termasuk perangkat di bawahnya harus benar-benar memahami visi misi gubernur, termasuk RPJMD.

Dia menyadari OPD menjadi ujung tombak pelaksanaan program. Berhasil tidaknya gubernur mencapai visi misinya ditentukan perangkat daerah. Karena itu, mereka harus benar-benar memahami arah pembangunan yang ingin dituju. ”Kita sedang bekerja keras (membuat mereka paham), kerja keras di tengah keterbatasan fiskal,” katanya.

Sosialisasi RPJMD terus dia lakukukan, setelah sebelumnya mengumpulkan kepala OPD. Kemarin, mereka mengumpulkan kepala instansi vertikal di NTB. Ke depan akan mensosialisasikan RPJMD kepada semua Pejabat Pengelola Informadi dan Dokumentasi (PPID) di NTB. Dengan begitu, semua OPD termasuk instansi vertikal punya pemahaman yang sama. ”Tumbuh semangat yang sama untuk mencapainya,” katanya.

Target-target pembangunan dalam RPJMD tidak hanya menjadi tugas pemprov, tapi juga menjadi tanggung jawab kementerian/lembaga di NTB. Bahkan mereka punya dana yang cukup besar untuk itu. Ia menghitung, dana kementerian/lembaga bisa mencapai Rp 12 triliun. ”Jadi harus kita optimalkan mereka berkontribusi untuk membantu mencapai target RPJDM,” ujar Kepala Badan Pengeloaan Pendapatan Daerah (Bappenda) NTB itu.

Masing-masing lembaga sudah punya program, tinggal mengarahkannya untuk mendukung pencapaian tujuan pembanguan daerah. Misalnya program meningkatkan budaya literasi masyarakat, kemudian program-program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) disinkronkan dengan program pemprov, seperti revitalisasi Posyandu. ”Tinggal mengarahkan agar tepat sasaran dan tujuannya sama,” ujar Iswandi.

Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) NTB H Wedha Magma Ardhi menambahkan, salah satu cara mensinkronkan program OPD yakni dengan Balance Scorecard (BSC). ”BSC yang kita sedang matangkan,” kata Ardhi.

Dengan diterapkannya BSC, program OPD diharapkan tidak melenceng dari RPJMD 2019-2023. Semua program kerja harus fokus pada pencapaian indikator NTB Gemilang. BSC akan menjadi alat bagi gubernur dan wakilnya melakukan evaluasi dan monitoring program. BSC sekaligus diintegrasikan dengan sistem pengukuran kinerja pejabat struktural beserta ASN pengelola kegiatan pelayanan publik.

Dengan BSC, semua sumber daya ikut bergerak mengontrol progres pembangunan. Sebab BSC merupakan sistem manajemen atau aplikasi yang dapat membantu menunjukkan indikator outcome dan output program dengan jelas. Di sana akan terlihat capaian indikator internal dan eksternal sebuah program, juga indikator keuangan dan non-keuangan.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB I Gede Putu Aryadi menyebutkan, dengan visi NTB Gemilang, pemprov punya enam misi yang harus dicapai dalam lima tahun, yakni NTB tangguh dan mantap, NTB bersih dan melayani, NTB sehat dan cerdas, NTB asri dan lestari, NTB sejahtera dan mandiri, serta NTB aman dan berkah. Visi-misi tersebut diwujudkan dengan 60 program unggulan. (ili/r5)

Berita Lainnya

Ayo Dukung Duta Bahasa NTB

Redaksi Lombok Post

Karantina Mataram Musnahkan Bibit Kubis Berbakteri Asal Amerika

Redaksi LombokPost

Warga Sekotong Harus Hati-hati! Ikan dan Beras Terindikasi Terpapar Merkuri

Redaksi LombokPost

Pemprov Masih Konsultasi

Redaksi LombokPost

Dewan Usulkan Bentuk Pansus

Redaksi LombokPost

Rastra untuk NTB Akan Dihapus

Redaksi LombokPost

AP Diminta Tidak Ngutang Terlalu Lama

Redaksi LombokPost

Awas, Dana Desa Rawan Dikorupsi!

Redaksi LombokPost

Emi Dapat Umrah Gratis

Redaksi LombokPost