Lombok Post
Politika

Mencari Pemimpin Loteng Paham Pariwisata

POTENSI WISATA: Seorang warga menikmati keindahan wisata pantai di kawasan KEK Mandalika, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Bursa kandidat calon kepala daerah di Lombok Tengah semakin cair dan dinamis. Nama-nama figur yang dijagokan terus bermunculan. Kalangannya pun lebih berwarna. Dari politisi, birokrat, hingga figur perorangan silih berganti.

Hadirnya banyak kandidat menambah pilihan bagi warga Lombok Tengah dalam mencari pemimpin terbaik lima tahun ke depan. Dari sederet nama birokrat misalnya muncul nama Lalu Sungkul. Pria yang saat ini masih menjabat camat Pujut ini dijagokan bisa jadi kandidat kuat kepala daerah.

“Mudahan (Mudah-mudahan, red),” jawab Sungkul pendek, membalas pesan Whatsapps Lombok Post.

Mantan Kabid Pengembangan Destinasi di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Loteng  ini memang lebih irit bicara. Entah karena malu-malu atau strategi, Sungkul lebih banyak bergerak dalam senyap.

Bahkan Sungkul memilih untuk membiarkan publik menilainya. Ia sendiri terlihat lebih nyaman menikmati namanya banyak dibahas publik bakal maju lalu melihat respons selanjutnya. Karenannya saat ditanya tentang persiapan, Sungkul mengisyaratkan tak ada gerakan politik yang istimwa dilakukannya.

“Biasa aja dulu,” ujarnya pendek.

 Tapi bukan berarti ia tak melakukan pemetaan politik. Sungkul mengisyaratkan jika ia saat ini tengah menimbang. Apakah dirinya nanti akan maju melalui jalur independen atau partai.

“Tergantung nanti (partai atau independen) kita lihat peluang aja dulu,” jawabnya.

Selain Sungkul, birkorat dengan latar belakang dunia pariwisata yang menyatakan diri maju HL Muhammad Putrie. Ia juga telah mengambil ancang-ancang untuk ikut bertarung di pilkada 2020.

Dua orang birokrat dengan latar belakang dunia pariwista, setidaknya mengambarkan narasi pembangunan Lombok Tengah ke depan. Lombok Tengah dengan segala potensi alam dan fasilitiasnya saat ini, tak bisa dipungkiri membutuhkan pemimpin dengan spesialisasi di dunia pariwisata.

“Ada KEK, Poltekpar, Puluhan Desa Wisata, situs sejarah, budaya, semua ada di Lombok Tengah,” kata Dr Asrin, Direktur Institute Kebudayaan dan Agama (INSAN) NTB.

Potensi ini butuh pemikiran dan tangan seorang pemimpin yang punya visi dan misi yang kuat. Sehingga Lombok Tengah bisa muncul dengan jati diri dan kekayaan yang ada di dalamnya.

Potensi pemimpin seperti itu, memang tidak hanya ada di figur dengan latar belakang dunia pariwisata saja. “Bisa juga ada di fugur akademisi,” ujarnya.

Pemahaman teoritisnya dinilai sangat penting. Sebagai landasan untuk membangun ke arah yang benar. Apalagi bila ia seorang akademisi yang paham budaya Lombok Tengah. Asrin menilai masyarakat layak mempertimbangkan dan mencari pemimpin dengan latar belakang keilmuan kompleks.

“Lihat, bagaimana Ridwan Kamil membangun kota Bandung dan kini Jawa Barat,” contohnya.

Ia melihat, latar belakang arisitek dan akademisi, dimanfaatkan Ridwan membangun daerahnya. Hasilnya dua daerah yang ia pimpin, mengalami kemajuan yang progresif. Terutama dalam penataan dan penanganan masalah-masalah daerah.

“Kita butuh pemimpin seperti itu,” kata pria asal Lombok Tengah ini. (zad/r2)

Berita Lainnya

Djohan Incar Syarif

Redaksi LombokPost

PKS Buka Peluang Bentuk Poros Sendiri

Redaksi LombokPost

Ismul atau Jafri, Mana Lebih Sakti?

Redaksi Lombok Post

Jalan Suhaili Menyambung Dinasti

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Ali: Dinda Seharusnya Tak Tenang

Redaksi LombokPost

Jangan Ada Evi Kedua!

Redaksi LombokPost

Sekda Lotim Incar Wali Kota Mataram

Redaksi Lombok Post

Pelantikan Wakil Rakyat 5 Daerah Molor

Redaksi LombokPost