Lombok Post
NTB

Pemprov NTB Dapat Apresiasi Kedubes Australia

PENUH KEAKRABAN: Tim dari kedubes Australia foto bersama dengan jajaran Dishub NTB, HWDI, IWAPI NTB di Laboratorium Pusat Rujukan Nasional Untuk Pembinaan Jalan Daerah, Sekretariat FLLAJ NTB, Senin (8/7).

MATARAM-Tim dari kedutaan besar (kedubes) Australia mengunjungi Sekretariat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) NTB, Senin (8/7). Selain melihat kesiapan NTB sebagai pusat rujukan nasional untuk pembinaan jalan daerah, mereka ingin mendengar langsung bagaimana peran serta perempuan dan kaum disabilitas dalam bidang infrastruktur. 

Alison Duncan, Minister Counsellor Economics, Investment and Infarstructure memberikan apresiasi keterlibatan perempuan dan penyandang disabilitas dalam pemeliharaan infrastruktur jalan oleh Pemprov NTB. “Saya senang sekali bahwa wanita dan kaum disabilitas di sini dilibatkan, tentu saja kami dari kedutaan Australia juga senang bisa membantu,” terangnya. 

Salah satu kerja sama Indonesia dan Australia yang paling nampak di NTB adalah proyek perawatan perbaikan jalan provinsi atau Provincial Road Improvement Maintenance Project (PRIM). Bahkan untuk mendukung PRIM, DPD IWAPI NTB sampai menggelar pelatihan mandor dalam usaha penguatan Kesetaraan Gender dan Inklusi Sosial (GESI). 

Menurut Alison, infrastruktur yang sangat ramah terhadap perempuan dan kaum disabilitas merupakan cerminan dari kemajuan pembangunan. Karena semuanya sudah melayani komunitas dalam masyarakat. 

“Kalau mereka dilibatkan, maka ibu-ibu bisa berpikir bagaimana keselamatan anaknya ke sekolah, begitu juga kaum disabilitas lebih berani dan percaya diri bersosialisasi,” terangnya. 

Kepala Dishub NTB Lalu Bayu Windia mengatakan, kesuksesan Forum FLLAJ NTB dalam melibatkan perempuan dan kaum disabilitas dalam pembahasan infrastruktur jalan tidak terlepas dari leadership yang kuat. Kelembagaan FLLAJ terbuka untuk multistakeholder lain di luar pemerintah. Kemudian kemampuan FLLAJ dalam mengundang partisipasi publik dan berjalannya mekanisme keterbukaan dan transparansi. Sehingga menimbulkan kepercayaan dari berbagai pihak. 

“Dengan cara seperti ini, kami jadi tahu apa kebutuhan wanita dan kaum disabilitas, kami ajak mereka untuk berpartisipasi, tukar pikiran dan ide,” tutupnya. (yun/r5)

 

Berita Lainnya

Ayo Dukung Duta Bahasa NTB

Redaksi Lombok Post

Karantina Mataram Musnahkan Bibit Kubis Berbakteri Asal Amerika

Redaksi LombokPost

Warga Sekotong Harus Hati-hati! Ikan dan Beras Terindikasi Terpapar Merkuri

Redaksi LombokPost

Pemprov Masih Konsultasi

Redaksi LombokPost

Dewan Usulkan Bentuk Pansus

Redaksi LombokPost

Rastra untuk NTB Akan Dihapus

Redaksi LombokPost

AP Diminta Tidak Ngutang Terlalu Lama

Redaksi LombokPost

Awas, Dana Desa Rawan Dikorupsi!

Redaksi LombokPost

Emi Dapat Umrah Gratis

Redaksi LombokPost