Lombok Post
Giri Menang Headline

Korban Gempa Tagih Janji Jokowi!

TAGIH JANJI PRESIDEN: Nuraini, salah seorang warga korban gempa di Desa Kekait hingga kemarin (8/8) masih belum mendapatkan bantuan apa-apa. Meskipun Presiden Jokowi pernah datang langsung untuk meninjau kondisinya dan warga lainnya di Desa Kekait.

GIRI MENANG-Setahun gempa berlalu, sejumlah warga Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari hingga kemarin (8/8) masih merasakan dampak gempa. Beberapa di antara mereka ada yang masih tinggal di hunian sementara hingga di dalam tenda seadanya.

Dari pengakuan sejumlah warga, hingga saat ini mereka belum mendapatkan bantuan apa-apa. Baik berupa bahan bangunan maupun dana bantuan untuk kembali membangun rumahnya.

“Saya sampai saat ini belum tahu bantuan yang dijanjikan Presiden Jokowi itu seperti apa. Buku tabungan saya nggak pernah lihat,” aku Nuraini, warga Dusun Wadon, Desa Kekait .

Padahal, kondisi rumahnya sama ambruknya dengan warga lain yang sudah mendapatkan bantuan. Namun ia bersama sejumlah warga RT 3 lainnya justru belum mendapatkan bantuan apapun. “SK juga belum ada,” akunya.

Padahal, Nuraini mengaku ingat betul janji Presiden Jokowi saat datang berkunjung ke Desa Kekait awal September 2018 lalu. Presiden dikatakannya menjanjikan jika semua warga yang terdampak gempa akan mendapatkan bantuan tanpa terkecuali.

Namun hingga setahun waktu berlalu, kejelasan mengenai bantuan yang dijanjikan tak ada kabar. Warga hanya diminta untuk terus bersabar. “Kami ingat apa yang dijanjikan pak Jokowi kalau semua warga dapat bantuan. Tapi sampai sekarang saya nggak dapat bantuan apa-apa,” akunya.

Nuraini mengaku saat Jokowi datang, ia sempat senang dengan janji yang diucapkannya. Bahkan ia juga sempat mendapatkan souvernir dari presiden. Ia mengaku mendapat tas yang berisi amplop. “Saya pikir isi amplopnya uang, ternayata isinya hanya slayer,” akunya.

Senada dengan Nuraini, Rahmat Hidayat warga lainnya juga mengaku mendengar langsung janji presiden untuk memberikan bantuan kepada warga. Kala itu, ia mengingat Presiden menjanjikan bantuan Rp 50 juta kepada warga Desa Kekait yang terdampak gempa. Karena saat itu nyaris semua warga yang terdampak gempa rumahnya mengalami kerusakan berat.

“Tapi setahun sudah berlalu, kami belum dapat bantuan. Jadi kami menunggu apa yang dijanjikan (presiden),” cetusnya.

Rahmat mengaku dirinya memang sudah mendapatkan bantuan berupa buku tabungan. Sayangnya, bantuan tersebut tidak bisa dicairkan. Oleh fasilitator ia dikatakan sudah mulai membangun rumahnya sendiri. Sehingga ia dikeluarkan dari Pokmas.

Padahal, bangunan rumahnya belum selesai. Namun ia justru tidak mendapatkan bantuan apa-apa. “Sudah lama tinggal di tenda, makanya mulai bangun dari dana pinjaman mertua. Tahunya malah sampaui sekarang nggak dikasih bantuan,” sesalnya.

Kepala Desa Kekait HM Zaini mengakui jika saat ini ribuan warganya masih merasakan dampak gempa setahun lalu. Lantaran, hanya sebagian saja yang sudah mendapatkan bantuan dana gempa. Dari data pemerintah Desa Kekait, rumah yang terdampak gempa sebanyak 2.221 unit. Dari jumlah tersebut, hanya 1.200 yang sudah mendapatkan rekening bantuan.

“Kami juga mulai ditagih kapan pembagian rekening ini. Ada ribuan yang belum dapat,” bebernya.

Ia pun beberapa kali mempertanyakan nasib sejumlah warga yang belum menerima bantuan ke pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten. Namun tidak ada kepastian yang didapatkan. “Jawabannya hanya diminta sabar, ya kita sabar,” ucap Zaini. (ton/r3)

Berita Lainnya

Telkomsel Hadirkan Kuota Keluarga

Redaksi Lombok Post

Duta Bahasa NTB Juara Favorit

Redaksi Lombok Post

BUMN Gelar Jalan Sehat dan Pasar Murah di Mataram

Redaksi Lombok Post

Ayo Dukung Duta Bahasa NTB

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Mantan Kepala Kemenag Bima Ditahan, Tersandung Korupsi Tunjangan Guru di Bima

Redaksi Lombok Post

NTB Gak Mau PNS Kerja di Rumah

Redaksi Lombok Post

Zaini Arony Diklarifikasi Soal LCC

Redaksi LombokPost

Tenda di Mina Penuh Sesak, Ruang Satu Jamaah Hanya 0,8 Meter Persegi

Redaksi LombokPost