Lombok Post
Metropolis

Melihat Persiapan Pemkot Menyambut HUT Kota Mataram Ke-26

Lalu Martawang

Ibu kota NTB sedang mempersiapkan diri menyambut ulang tahun yang ke-26. Rencananya, ada banyak kegiatan yang menyertai perayaan kota yang berjuluk maju, religius dan berbudaya ini. Seperti apa? Berikut laporannya.

YUYUN ERMA KUTARI, Mataram

=======================================

Suasana sejuk begitu terasa. Kala memasuki ruang kerja Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang. Mengenakan baju koko putih. Di belakang meja kayu itu. Dia mempersilakan teman-teman media duduk. Agar fokus memperhatikannya, dalam menyampaikan apa yang hendak ditanyakan.

Dengan nada tegas dan lugas, pria yang akrab disapa Miq Aweng ini menjawab, apa yang dipersoalkan. Apa saja sesuai dengan tugas dan fungsinya. Sebagai Asisten I. Kemudian, tibalah waktunya. Ia membagi apa yang akan dilakukan Pemkot Mataram, dalam menyambut HUT ke-26 dari kota yang di nahkodai H Ahyar Abduh tersebut. Koran ini sudah siap. Memperhatikan apa yang dijelaskan.

Pria kelahiran 1971 ini mengatakan, pada perayaan HUT Kota Mataram tahun ini, panitia telah menentukan tema. Yakni, 26 tahun bangga membangun kota”. Merupakan kata-kata motivasi kepada semua warga Kota Mataram. Dengan kebanggaan akan kota, masyarakat akan terbangun sense of belonging (rasa memiliki). Sudah pasti memiliki semangat kebersamaan dan partisipasi mewujudkan Kota Mataram yang maju, religius dan berbudaya.

“Dalam kebanggaan, otomatis akan menjadi motivasi untuk mewujudkan kota yang maju dan sumber daya manusia yang unggul sebagai modal dasar pembangunan kota,” ujarnya.

Rangkaian acara akan berlangsung lebih dari sebulan. Mulai dari persiapan pada rapat pleno yang akan digelar pada 12 Agustus sampai dengan 31 September. Mengapa? Karena, perayaan HUT Kota Mataram akan dirangkaikan dengan kegiatan Kemenpora yang kembali menggelar sepeda santai bertajuk Gowes Nusantara 2019.  Gowes Nusantara kali ini bertajuk ‘Kita Semua Bersaudara’. Dari tema, bisa mempererat tali persaudaraan bagi seluruh rakyat Indonesia, apa pun sukunya, bahasa dan agamanya. Dan akhir dari kegiatan itu, akan bermuara di Kota Mataram. Semua pesepada akan berkumpul.

Bila melirik lebih jauh, rangkaian HUT Kota Mataram tahun ini sangat kontras berbeda dari tahun sebelumnya. Apalagi 2018. Pemkot bahkan tidak mempersiapkan apa-apa. Karena masih dibalut oleh rasa duka mendalam. Akibat gempa beruntun yang terus menghantam Bumi Gora.

Namun kata Aweng, semuanya harus bangkit. Harus percaya bahwa NTB sudah pulih. Begitu juga dengan Kota Mataram. Maka dari itu, skenario yang telah dirancang panitia, kegiatan HUT ini tidak akan membawa kesan bahwa ini gawe milik pemerintah. Tetapi seluruh masyarakat Kota Mataram. Selain ada upacara bendera, para pemuda dan tokoh masyarakat dan berbagai komponen lainnya, telah dipersiapkan meramaikan rangkaian kegiatan HUT.

“Ada mataram jazz, gawe pop mataram, mataram bersalawat yang akan menghadirkan Hadad Alwi dan KH Manarul Hidayat, lomba gasing, night fun run oleh pemuda Tionghoa dan banyak lagi,” kata dia.

Miq Aweng menjelaskan, rangkaian kegiatan yang mengisi HUT Kota Mataram, harus betul-betul menjadi kebutuhan bersama antara masyarakat dan pemkot. Selain itu, kegiatan pada hari HUT Kota Mataram pada 31 Agustus mendatang, akan diisi dengan tarian massal yang menceritakan tentang sejarah Kota Mataram. Disiapkan oleh Sanggar Mahardika.

Kemudian ada kegiatan gerak jalan. Agar semua warga bisa merasakan uforianya, maka kegiatan tidak akan berpusat di jalan utama, namun digelar di pinggir kota. Berikut juga dengan lomba gasing dan lomba drum band. Semuanya diusahakan tidak terfokus di tengah kota.

Tentu saja ada rekayasa lalu lintas. Pihak terkait akan mengaturnya. Pemkot Mataram memastikan, semua rangkaian kegiatan, tidak akan menganggu aktivitas masyarakat Dengan seluruh rangkaian dan persiapan yang ada, saat disinggung mengenai kesiapan anggaran Pemkot Mataram, dirinya enggan membahas lebih jauh. Yang pasti tidak semua dibebankan ke APBD. Tetapi pemkot juga mendapat kontribusi dari pihak swasta.

“Yang pasti semua masyarakat berpartisipasi dan kami berharap ini akan berjalan sesuai rencana,” tandasnya. (r5/*)

Berita Lainnya

Bukit Nipah dan Padanan Terbakar

Redaksi LombokPost

NTB Gak Mau PNS Kerja di Rumah

Redaksi Lombok Post

Uang Korban Gempa Dicuri Mandor

Redaksi LombokPost

Kejuaraan Paralayang Nasional Diikuti 153 Peserta

Redaksi LombokPost

Korban TPPO Banyak Dijual ke Suriah

Redaksi LombokPost

Wajib Pakai Besi Kolom Sepuluh Mili

Redaksi LombokPost

Tok, Tok, Tok, Bank Rontok

Kafilah Kecamatan Mataram Juara MTQ XVIII

Hadapi Kekeringan dengan Sumur Dangkal

Redaksi LombokPost