Lombok Post
Politika

Sekda Lotim Incar Wali Kota Mataram

MATARAM-Ada dua figur, birokrat mulai tertarik bertarung di Kota Mataram. Keduanya sama-sama berlatarbelakang Sekretaris Daerah atau Sekda. Pertama ada Rohman Farly, putra asli Kota Mataram yang saat ini Sekda di Lombok Timur.

Lalu yang kedua HL Makmur Said, mantan Sekda Kota Mataram. Bedanya, Farly lebih berani mulai adu wancana. Sementara Makmur, saat ini masih fokus mengumpulkan syarat maju independen.

“Apapun organisasinya, harus dirangkul,” kata Farly, melempar gagasan untuk membangun Kota Mataram.

Sebelumnya, Farly menyebut anak muda di kota, harus diajak menikmati kemajuan kota. Caranya dengan peningkatan kapasitas individu. Kini Farly menawarkan ide juga dengan melibatkan organisasi membangun ibu kota. “Mereka mitra strategis,” imbuhnya.

Dari hasil menyerap aspirasi organisasi, Farly mendapat banyak cerita dan masukkan. Organisasi yang ada di kota saat ini masih berjalan parsial. Belum terkoordinir dengan baik.

“Dilibatkan kalau ada acara pemerintah saja,” tuturnya.

Organisasi-organisasi itupun tidak pernah bisa maksimal menyumbangkan perannya dalam membangun daerah. Karena ruang keterlibatannya yang terbatas. Padahal jumlahnya sangat banyak. Mulai dari keagamaan, peduli lingkungan, seni, kreativitas, hingga hobi anak muda.

“Rangkul dan berikan mereka porsi anggaran yang baik untuk pembinaan,” ujarnya.

Gagasan Farly ini memberi angin segar bagi organisasi yang jarang dapat perhatian pemerintah. Dengan peluang dukungan anggaran yang layak, harapannya ada feedback mereka dalam membangun daerah.

“Biasanya masyarakat urban kota itu SDM lebih baik, lebih mudah ditata,” terangnya.

Banyak organisasi yang ada di pusat pemerintahan, sanggup eksis tanpa campur tangan pemerintah. Dikelola nirlaba dan mengandalkan dana swadaya, tapi tetap punya kontribusi bagi daerah.

“Rugi kalau mereka tidak diajak kerja sama,” cetusnya.

Contoh, komunitas pecinta seni. Mereka membeli cat dan membuat mural di tembok kosong. Farly menilai cara mereka positif. Hanya saja mereka butuh pemerintah utuk memberi wadah agar kreativitas mereka lebih terarah.

“Lihat Bandung, menjadi cantik karena mereka,” bandingnya.

Selain itu, ada komunitas pecinta kebersihan. Mereka bisa digandeng aksi sosialisasi pengolahan sampah di tiap lingkungan. Kehadiran organisasi-organisasi itu bersama pemerintah, menjamin penanganan sampah berjalan partisipatif dan berkelanjutan.

“Ada organisasi literasi, bisa diajak meningkatkan minat baca,” ulasnya.

Berikutnya lagi, Farly melihat pembangunan ruang terbuka hijau cukup banyak di kota. Tapi belum diisi kegiatan positif. Padahal bisa jadi solusi, ditengah turunnya minat publik datang ke perpustakaan.

“Baca buku di tengah taman, tentu menyenangkan,” ujarnya.

Pemerintah bisa siapkan buku. Komunitas yang menjaga. Cara ini secara tidak langsung mendorong peningkatan kualitas SDM masyarakat. Singkatnya pemkot bisa merangkul semua organisasi yang membawa dampak positif.

“Merangkul organisasi sangat menguntungkan bagi kemajuan daerah,” tandas pria yang semakin luas dapat dukungan maju di Pilwali Kota Mataram ini. (zad/r2/*)

Berita Lainnya

Djohan Incar Syarif

Redaksi LombokPost

PKS Buka Peluang Bentuk Poros Sendiri

Redaksi LombokPost

Ismul atau Jafri, Mana Lebih Sakti?

Redaksi Lombok Post

Jalan Suhaili Menyambung Dinasti

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Ali: Dinda Seharusnya Tak Tenang

Redaksi LombokPost

Jangan Ada Evi Kedua!

Redaksi LombokPost

Pelantikan Wakil Rakyat 5 Daerah Molor

Redaksi LombokPost

Jelang Pilbup Lombok Utara 2020, Najmul-Nuna Menguat

Redaksi Lombok Post