Lombok Post
Politika

Ali: Dinda Seharusnya Tak Tenang

Dr Muhammad Ali

MATARAM-Ragam amatan peta politik di Bima, jelang Pemilihan Bupati (Pilbup) 2020. Ada yang melihat, bupati petahana Indah Damayanti Putri atau akrab di sapa Dinda, terlalu kokoh di Bima. Adapula yang menganggap, Dinda bukan tidak mungkin dikalahkan.

Pandangan itu, salah satunya diutarakan pengamat politik Dr Muhammad Ali, dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) “Saya rasa peluang selalu ada,” kata Ali.

Dinda saat ini bisa saja merasa di atas angin. Setidaknya, dari belum terlihatnya calon lawan yang secara terbuka, siap menantangnya di Pilbup Bima 2020. Tapi Ali mengingatkan, justru keadaan tentang itu berbahaya. Sebab lawan politik, bisa saja terus membaca kelemahannya dari jauh.

“Seharusnya ia tak tenang dan waspada,” imbuhnya.

Ruang kritik terhadap kinerja Dinda sangat terbuka. Ali mencontohkan misalnya dari sisi capaian pembangunan dan pelayanan publik.

“Kinerjanya masih debatable,” imbuhnya.

Bagaimanapun lanjut Ali, ukuran keberhasilan kepala daerah bukan dari seberapa mampu ia menancapkan pamor ketokohannya di daerah. Tapi seberapa sukses pemimpin membuat trobosan pelayanan publik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Jika ternyata, pembangunan yang ada di Bima masih di bawah capaian daerah lain, maka kinerjanya tak perlu digambarkan amat sempurna. Sehingga, sulit digoyahkan figur lain.

“Itu yang perlu diuji gagasannya,” ujarnya.

Ali bahkan melihat, hadirnya figur Arsyad Gani sebagai calon yang digadang-gadang, berani melawan Dinda di Bima hal yang positif. Semakin banyak calon yang berani menantang nantinya, maka peluang menguji gagasan Dinda terhadap hasil pembangunan, semakin lebar.

“Pak Arsyad saya rasa sosok yang layak didengar gagasannya membangun Bima,” imbuhnya.

Saat ini peta politik di Bima masih sangat cair. Semua kemungkinan masih bisa terjadi. Arsyad misalnya sangat berpeluang didukung partai yang lahir dari rahim Muhammadiyah.

“PAN misalnya,” ujarnya.

Belum lagi, ketokohan Arsyad yang menurut Ali sangat kuat di jejaring organisasi Muhammadiyah. Sehingga semuanya bila diakumulasi akan jadi kekuatan politik Arsyad y yang tangguh, bila benar-benar maju di Bima.

“Beliau pernah duduk di dewan, pernah di birokrasi pemprov, hingga sekarang jadi rektor UMMAT,” ungkapnya. (zad/r2)

Berita Lainnya

Djohan Incar Syarif

Redaksi LombokPost

PKS Buka Peluang Bentuk Poros Sendiri

Redaksi LombokPost

Ismul atau Jafri, Mana Lebih Sakti?

Redaksi Lombok Post

Jalan Suhaili Menyambung Dinasti

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Jangan Ada Evi Kedua!

Redaksi LombokPost

Sekda Lotim Incar Wali Kota Mataram

Redaksi Lombok Post

Pelantikan Wakil Rakyat 5 Daerah Molor

Redaksi LombokPost

Jelang Pilbup Lombok Utara 2020, Najmul-Nuna Menguat

Redaksi Lombok Post