Lombok Post
Headline Kriminal

Zaini Arony Diklarifikasi Soal LCC

DIUSUT KEJATI NTB: Seseorang pemuda menggunakan kawasan LCC sebagai tempat nongkrong, kemarin (13/8).

MATARAM—Penyidik Kejati NTB terus mendalami perkara korupsi Lombok City Center (LCC). Mereka memeriksa mantan Bupati Lombok Barat (Lobar) Zaini Arony di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Mataram, kemarin (13/8).

Dari pantauan koran ini, Zaini diperiksa di ruangan Kasi Binadik Lapas Mataram. Saat diperiksa, Zaini mengenakan kemeja batik berwarna abu. Dia periksa selama empat jam. Mulai pukul 10.00 Wita hingga pukul 14.00 Wita.

Usai pemeriksaan, Penyidik dari Aspidsus, Hasan Basri keluar terlebih dahulu. Dia menenteng sebundel berkas serta laptop.

Saat ditanyakan, Hasan Basri enggan memberikan komentar. ”Jangan tanya saya. Tanya saja Pak Dedi (Humas Kejati),” kata Hasan saat berjalan sambil menenteng berkas hasil pemeriksaannya keluar Lapas.

Setelah penyidik keluar dari pintu Lapas,  Zaini akhirnya keluar dari ruang pemeriksaan. Dia juga tak memberikan komentar apapun terkait pemeriksaannya. ”Maaf ya, saya sudah lama menahan kencing ini.  Mau ke WC dulu,” kelitnya sambil berjalan menuju ruang tahanan.

Sementara itu, juru bicara Kejati NTB Dedi Irawan membenarkan ada pemeriksaan mantan Bupati Lobar, Zaini Arony. ”Ya benar ada pemeriksaan,” kata Dedi.

Dia dimintai keterangan sebagai saksi atas perkara kasus LCC. Penyidik memintai keterangan terhadap Zaini karena berperan pada proses perjanjian kerjasama PT Tripat dengan PT Bliss. ”Hanya dimintai keterangan,” ungkapnya.

Dedi tidak mengetahui substansi pemeriksaannya. Itu bukan wewenangnya menjelaskan. ”Kalau masuk substansi tidak bisa kita jelaskan,” ucapnya.

Diketahui, nama Zaini tidak bisa dipisahkan dari kerjasama PT Tripat dengan PT Bliss untuk menjalankan bisnis di LCC. Pada November 2013, Zaini menandatangani kerjasama sehingga PT Bliss berwenang mengelola 8,4 hektare tanah milik Pemkab Lobar.

Pada nomenklatur perjanjian kerja sama tersebut, memunculkan hak dan kewajiban. Salah satu hak yang diberikan PT Tripat adalah penggantian gedung dinas pertanian (Distan) yang kala itu dibangun diatas lahan LCC.

Pemberian penggantian pembangunan gedung dinas pertanian tersebut dibayar PT Bliss sebanyak Rp 2,7 miliar. Anggaran tersebut dibayarkan ke PT Tripat.

Dedi mengatakan, penggantian gedung dinas pertanian sejumlah Rp 2,7 miliar itu bagian dari penyertaan modal PT Bliss pada pengembangan LCC.  Persoalan penggantian gedung tersebut itu juga diaudit inspektorat Lobar.

Sementara itu, penyertaan modal lainnya belum difokuskan Kejati NTB. Seperti, dividen 3 persen atau setara Rp 418 juta yang harus diterima Pemkab Lobar belum diusut.

Begitu juga dengan persoalan lahan LCC yang diagunkan dengan nilai Rp 96 miliar belum masuk pada proses penyidikan kasus tersebut. Kejati NTB berdalih, perkara agunan tersebut bisa masuk dalam ranah perdata. (arl/r2)

Berita Lainnya

Jual Sabu Untuk Modal Kawin, Dua Sejoli Kompak Masuk Bui

Redaksi LombokPost

Telkomsel Hadirkan Kuota Keluarga

Redaksi Lombok Post

Duta Bahasa NTB Juara Favorit

Redaksi Lombok Post

BUMN Gelar Jalan Sehat dan Pasar Murah di Mataram

Redaksi Lombok Post

Ayo Dukung Duta Bahasa NTB

Redaksi Lombok Post

Protes Warga Tak Mempan, Dewan Siap Paparkan Hasil Kunker

Redaksi Lombok Post

Nyabu Biar Lebih Bergairah

Redaksi Lombok Post

Mantan Kepala Kemenag Bima Ditahan, Tersandung Korupsi Tunjangan Guru di Bima

Redaksi Lombok Post

NTB Gak Mau PNS Kerja di Rumah

Redaksi Lombok Post