Lombok Post
Tanjung

Ratusan Warga Terima Kunci dan Kartu Garansi RTG Kumac

PENYERAHAN KUNCI: Sekretaris BPBD KLU Evi Winarni (dua kanan) didampingi Direktur Kumac Flatfac Siti Muhani, menyerahkan kunci RTG Kumac pada salah satu perwakilan Pokmas KLU, kemarin (14/8).

TANJUNG-Ratusan kepala keluarga (KK) di Dusun Tangga Desa Selengen Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) yang membangun rumah tahan gempa (RTG) jenis Kumac (kuat, murah, aman, dan cepat) menerima kunci dan kartu garansi. Selain itu diserahkan pula sertifikat untuk sejumlah Pokmas Kabupaten Lombok Barat.

Bupati KLU H Najmul Akhyar mengapresiasi kehadiran RTG Kumac di KLU. Sebab ini dapat mempercepat proses rehab rekon di KLU. Selain itu, Kumac juga dinilai kuat, praktis, dan aman karena bahannya ringan.

“Ditambah lagi tadi ada garansi bahkan sampai 25 tahun. Karena kemungkinan umur rumah Kumac bisa sampai 100 tahun,” tuturnya.

Menurut bupati, apapun jenis RTG yang dibangun, pemkab akan mendukungnya. Namun tentunya harus benar-benar direalisasikan untuk masyarakat. Ia berharap KLU bisa segera pulih, warga yang menjadi korban gempa, diharapkan dapat segera menempati RTG yang sudah dibangun.

“Kaitannya untuk bangunan mesjid juga akan kami fasilitasi. Saat ini sudah beberapa macam jenis mesjid yang sudah dibangun,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) NTB  I Gusti Bagus Sugihartha mengatakan, pemprov merekomendasikan 18 jenis RTG. Jenis Kumac salah satu di dalamnya. Sugihartha memuji konsep pembangunan dari RTG Kumac tersebut.

“Dari sterofom yang dibungkus fiber, seperti bahasa kerennya itu sandwich. Kalau kita lihat seperti yang dibuat di kapal-kapal dari model seperti ini,” katanya.

Sugihartha mengungkapkan, model rumah Kumac baru pertama kali ada di NTB. Pada saat Kumac mengajukan rekomendasi, pihaknya melihat bagaimana sisi tahan gempa dan tiupan angin. Ini mengingat rumah Kumac terbuat dari material ringan.

Ia melanjutkan, di Indonesia rata-rata kecepatan angin di bawah 100 kilometer per jam. Meski begitu, Kumac mampu menahan terpaan angin hingga 135 kilometer per jam. Garansi itu muncul dari hasil data data teknis. Ini semua yang menjadi alasan mengapa Kumac ini bisa mendapatkan rekomendasi dari  pemerintah.

Pernyataan Kadis Perkim NTB diamini tenaga ahli sekaligus dosen Fakultas Teknik Universitas Mataram jurusan Teknik Sipil Dr Buan Ansyori. Rekomendasi Kumac juga setelah dilakukan penelitian pihaknya.

“Sebagai tenaga ahli struktur, kami juga sudah mengukur ketahanan atas gempa,” ujarnya.

Menurutnya, Kumac sangat ringan, sehingga pihaknya bisa menggaransikan rumah itu tahan gempa. Pihaknya juga menganalisa kekuatannya dalam menahan angin.

“Saya pikir rumah ini cocok dibangun di semua lokasi. Apalagi di pinggir laut, karena tidak akan korosi, karena tidak mengandung logam,” tandasnya.

Sementara itu Direktur Kumac Flatfac House Siti Muhani mengatakan, pihaknya menyerahkan kunci dan kartu garansi untuk seluruh rumah yang sudah terbangun. Kumac sendiri baru dapat rekomendasi dari pemerintah 18 Februari lalu. Proses izinnya diurus selama 7 bulan sejak September 2018  hingga 18 Februari lalu.

“Kami baru membangun rumah ini sejak 5 Maret lalu. Waktu itu ada dua pokmas jadi pilot project kami di KLU, yakni di Kecamatan Gangga dan Kayangan,” jelasnya.

Kemudian pembangunan dilanjutkan untuk Kecamatan Tanjung dan Pemenang  dengan total 219 unit. Tak hanya di KLU, pembangunan RTG Kumac juga dilakukan sebanyak 22 unit dari 3 Pokmas di Lingsar, Batu Layar, dan Gunungsari.

Perempuan yang disapa Hani itu menambahkan, garansi yang diberikan selama 25 tahun. Selain itu garansi juga berlaku ketika RTG tersebut kembali tertimpa bencana alam. Seperti gempa, angin kencang, hingga tsunami. (fer/r4)

Berita Lainnya

Wisman Ikut Rayakan HUT RI

Redaksi Lombok Post

Polri Teliti Tingkat Kepercayaan Masyarakat

Redaksi Lombok Post

Perbaikan Data Anomali Sudah 80 Persen

Redaksi Lombok Post

10 ASN Dapat Predikat ASN Teladan

Redaksi Lombok Post

Karang Taruna Pemenang Timur Latih Pemuda Berwirausaha

Redaksi Lombok Post

Mantan Ketua Komisi III Belum Kembalikan Randis

Redaksi Lombok Post

Antisipasi Kebakaran Lahan, Polres Lombok Utara Bentuk Gahutlah

Redaksi Lombok Post

Dewan Baru Harus Lebih Baik

Redaksi Lombok Post

Warga Sambut Groundbreaking Global Hub

Redaksi Lombok Post